
"Kau apa?" Tanya Malik menaikkan sebelah alis matanya menatap pada Flower.
"Kau menyebalkan!" Ketus Flower tak sesuai dengan isi hatinya.
Kau sangat manis
"Maafkan aku jika membuatmu merasa kesal." Ucap Malik setelah kembali fokus pada jalanan di depannya.
Flower menghela nafasnya. Ia harus bisa menjaga sikapnya agar tidak terlalu terlihat jika sedang berbunga-bunga saat ini. "Kenapa sejak awal kau tidak jujur saja kepadaku dengan mengatakan langsung jika itu adalah restoran milikmu. Aku jadi merasa sangat bersalah karena pernah merendahkanmu sebelum pernikan kita bahkan di awal pernikahan kita.
Malik menarik tipis sebelah sudut bibirnya. "Aku hanya ingin kau menerimaku sesuai apa yang kau lihat. Semua kelebihanku biarlah kau lihat di saat kau sudah menerima segala kekuranganku agar kau mengerti artinya bersyukur." Tutur Malik lembut.
Flower merasa terharu mendengarnya. Malik benar, setelah ia menerima Malik dengan tulus dan menerima takdirnya kini ia merasa lebih banyak bersyukur dan paling pasti bahagia.
"Aku jadi merasa rendah diri kepadamu saat ini. Dengan kekayaan yang kau miliki sebenarnya kau bisa mendapatkan wanita yang jauh lebih baik dariku dan tidak harus tertekan karena hidup bersama denganku." Lirih Flower.
Malik menoleh pada Flower. "Jangan pernah berkata seperti itu lagi. Bersamamu adalah pilihanku dan aku bahagia menjalaninya. Jadi jangan pernah lagi berpikiran jika aku tertekan bersamamu. Semua orang memiliki jalan terjal sebelum menemui kebahagiaan mereka." Ucap Malik.
Flower kembali terharu sekaligus berbunga-bunga mendengarnya. Ingin sekali ia mempertanyakan apakah saat ini Malik sudah mencintainya atau belum namun ia urungkan karena tidak ingin mendapatkan jawaban yang bisa membuat rasa bahagianya hilang seketika.
Suara deringan telefon yang terdengar cukup memekakkan telinga dari ponsel Malik membuat Flower mengalihkan pandangan pada suara ponsel Malik.
Malik segera merogoh ponselnya yang ada di saku celananya. Malik melihat sejenak nama pemanggil sebelum mengangkat panggilan telefonnya.
"Siapa?" Tanya Flower karena melihat Malik tak langsung mengangkatnya.
Malik hanya diam saja lalu mengangkat panggilan telefonnya.
"Hallo, Ibu." Ucap Malik setelah panggilan terhubung.
Oh... ibunya. Ucap Flower dalam hati.
"Ada apa?" Tanya Flower setelah Malik menutup panggilan telefonnya.
"Ibu memintaku untuk datang ke rumah besok." Jawab Malik seadanya.
Flower mengangguk paham. "Pergilah. Sepertinya ibu merindukanmu." Jawab Flower.
"Aku akan pergi bersamamu." Ucap Malik.
"Tapi Ibumu hanya memintamu tanpa aku." Jawab Flower. Ia tidak ingin menjadi pengacau di pertemuan Malik dan ibunya nanti.
"Aku tidak akan pergi jika tidak bersamamu." Tekan Malik.
Flower menghela nafasnya. "Kenapa kau keras sekali? Aku tidak ingin pergi karena aku tahu ibumu belum menyukaiku. Aku tidak ingin kedatanganku ke sana hanya membuat mood ibumu menjadi buruk." Ucap Flower pelan.
"Maafkan sikap ibuku. Tapi aku ingin Ibu segera berbaikan denganmu." Ucap Malik.
Flower menunduk. "Aku juga menginginkannya. Aku juga ingin mendapatkan mertua yang bisa menerimaku dan menyayangiku setulus hatinya. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya agar bisa diterima oleh ibumu karena ibumu bukan menginginkan aku yang menjadi menantunya." Ucap Flower merasa sedih.
"Semua memang membutuhkan waktu. Tapi aku harap kau bisa bersabar untuk tiba di waktu itu. Aku akan mengusahakan secepatnya agar Ibu bisa bersikap baik kepadamu." Ucap Malik lembut.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗