One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Rumah baru kita


Satu jam kemudian, Malik, Flower dan Baby yang berada di dalam gendongan Flower kini sudah berada di dalam perjalanan menuju suatu tempat yang belum Flower ketahui. Selama berada di dalam perjalanan Flower terus mempertanyakan sebenarnya kemana mereka akan pergi tapi Malik hanya diam seakan enggan untuk menjawabnya.


"Malik, kau ini benar-benar membuatku penasaran!" Gerutu Flower dan hanya dibalas senyuman di wajah tampan Malik.


Tak ingin dibuat sebal dengan sikap suaminya, Flower memilih menatap wajah Baby saja yang selalu membuat hatinya merasa tenang dan damai.


"Baby, jika kau besar nanti jangan menjadi wanita yang menyebalkan seperti Daddymu, ya." Ucap Flower pada Baby yang tidak akan mengerti maksud perkataannya.


Malik yang mendengarkan perkataan Flower pun hanya tersenyum merasa lucu dengan sikap istrinya saat ini.


Sepuluh menit berlalu, mobil milik Malik pun memasuki kawasan area perumahan. Flower yang belum mengetahui apa-apa tentu saja dibuat semakin bingung kenapa Malik mengajaknya kemari dan akhirnya kembali bertanya pada suaminya itu kemana mereka akan pergi.


"Aku ingin mengajakmu mengunjungi seseorang yang ada di perumahan ini." Jawab Malik pada akhirnya.


"Seseorang? Siapa? Apa temanmu?" Tanya Malik.


Malik hanya diam saja sehingga Flower kembali dibuat kesal karenanya.


Beberapa saat berlalu, mobil milik Malik pun berhenti di depan gerbang bewarna hitam menjulang tinggi. Tak berselang lama, seorang security pun membuka pintu pagar dan Malik segera melajukan mobilnya masuk ke dalam perkarangan rumah.


"Wah, rumah siapa ini?" Tanya Flower menatap tabjub sebuah rumah yang nampak mewah dan megah di depannya saat ini.


Malik masih diam sambil terus melajukan mobilnya hingga akhirnya berhenti tepat di depan rumah. Karena terlalu fokus pada keindahan rumah di depannya membuat Flower tidak menyadari jika ada sebuah mobil yang tidak asing baru saja mereka lewati.


"Ayo turun." Ajak Malik setelah mematikan mesin mobilnya.


Flower mengangguk saja lalu turun dari dalam mobil setelah dibukakan pintu oleh Malik.


"Rumah siapa ini Malik, apa ini rumah temanmu? Siapa temanmu itu?" Tanya Flower beruntun.


"Ada apa ini, Malik?" Tanya Flower terbata sambil memperhatikan senyuman di wajah kedua orang tuanya.


"Selamat datang di rumah baru kita, Sayang." Ucap Malik lembut sambil merengkuh pinggang Flower.


"Rumah baru kita?" Ulang Flower dengan mata berkedip-kedip.


"Ya, selamat datang nyonya pemilik rumah." Jawab Dad William dengan tersenyum lebar.


"Malik?" Flower menatap suaminya denga intens dan tatapan tak percaya.


"Ini adalah rumah baru kita. Rumah yang sudah aku persiapkan semenjak aku memantapkan hatiku untuk menikahimu." Ucap Malik menjawab pertanyaan yang ada di kepala Flower saat ini.


"A-apa..." Flower yang masih merasa terkejut sampai tak dapat berkata-kata.


"Ayo masuk." Ajak Malik pada Flower.


Flower yang masih tak dapat berkata-kata pun melangkah masuk ke dalam rumah dengan diiringi sapaan para pelayan yang dilewati olehnya. "Suroh." Lirih Flower dengan wajah terkejut saat menyadari pelayan di rumah lamanya ada di deretan para pelayan yang menyambut kedatangannya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗