One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Mengadu pada suami


"Tapi, Nona..." Arini nampak ragu melepas Flower pergi begitu saja. Terlebih saat ini Mom Rania tidak diberitahu langsung jika Flower akan pergi meninggalkan perusahaan.


"Sudahlah Arini jangan terlalu banyak berpikir." Ucap Flower merasa malas melihat keraguan Arini.


Arini menghela nafas dan memilih mengangguk mengiyakan permintaan Flower.


"Oh ya Arini. Bisakah kau meminjamkan uang kepadaku? Aku lupa membawa dompetku saat pergi bersama Mommy tadi." Pinta Flower. Karena sudah terbiasa pergi dibayarkan oleh Mommynya membuat Flower sering melupakan dompet dan atm yang diberikan Malik untuknya.


"Untuk apa Nona?" Arini nampak bingung dengan permintaan Flower.


"Tentu saja untuk membayar ongkos taksi online yang ingin aku pesan." Jawab Flower.


"Maksudnya anda ingin pergi ke perusahaan Tuan Rey tanpa membawa mobil sendiri, Nona?" Tanya Arini.


Flower menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Sudahlah Arini ayo segera berikan uang itu kepadaku karena aku sudah tidak memiliki banyak waktu lagi." Pinta Flower. Sebentar lagi waktu jam makan siang sudah tiba dan ia ingin sampai di perusahaan Bagaskara sebelum Malik pergi untuk makan siang.


Arini pun akhirnya mengeluarkan uang dari dalam tasnya dan memberikannya pada Flower. Setelahnya Flower pun berpamitan untuk pergi dari hadapan Arini dan melangkah ke luar dari gerbang perusahaan Arnold.


Setelah kepergian Flower, Arini pun bergegas masuk ke dalam perusahaan kembali dan berniat langsung menghampiri Rania di dalam ruangan kerja William untuk memberitahu kepergian Flower saat ini.


Beberapa menit berlalu akhirnya Flower pun telah tiba di perusahaan Bagaskara dan langsung saja menuju ruangan suaminya bekerja tanpa menyapa Liza yang tengah duduk di kursi kerjanya.


Tok


Tok


Tok


Flower mengetuk pintu lebih dulu sebelum masuk ke dalam ruangan kerja Malik. Setelah mendapatkan sahutan dari dalam Flower langsung saja masuk ke dalam ruangan kerja Malik.


"Flower?" Malik terkejut melihat kedatangan istrinya.


"Flower, ada apa ini?" Tanya Malik merasa cemas karena istrinya kini sedang menangis.


"A-aku..." Flower terbata sambil mendekap erat tubuh Malik.


Malik pun berusaha bangkit dari duduknya agar posisi mereka lebih nyaman. Setelahnya ia membawa tubuh Flower kembali ke dalam dekapannya.


"Ada apa denganmu, hem?" Tanya Malik lembut berusaha membuat Flower menjawab pertanyaannya.


"Aku baru saja pulang dari perusahaan Daddy." Jawab Flower terbata.


Malik melerai pelukannya. "Kau baru saja pulang dari perusahaan Daddy? Untuk apa kau datang ke sana?" Tanya Malik. Pemikiran buruk pun mulai menghantui Malik takut Flower mendapatkan perlakuan tidak mengenakkan di sana hingga Flower menangis seperti saat ini.


"Mommy mengajakku pergi mengantarkan makan siang ke sana." Jawab Flower.


"Lalu?" Malik terlihat sangat tidak sabar menunggu lanjutan jawaban Flower.


"Lalu..." Flower pun menceritakan jika ia tidak ingin bertemu dengan Daddynya dan lebih memilih menunggu di lobby perusahaan saja.


Tiba-tiba saja pemikiran Malik tertuju pada sosok seorang wanita yang bekerja di perusahaan Arnold saat ini.


"Apa kau bertemu dengannya?" Tebak Malik walau pun ragu.


Flower menganggukkan kepalanya. "Aku bertemu dengan mantan kekasihmu di sana. Aku tidak tahu jika dia bekerja di perusahaan Daddyku." Jawab Flower.


"Lalu?" Malik mulai menebak-nebak dalam hati apa yang terjadi selanjutnya.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗