One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Memastikan keadaannya


Akhirnya drama suap menyuapkan itu pun berakhir setelah makanan Flower habis tak tersisa. Malik yang sudah tidak sabar mendengar jawaban dari istrinya pun kembali mengajukan pertanyaan yang sama.


Sebelum menjawab pertanyaan dari suaminya, Flower menghela nafas lebih dulu. "Malik, aku ingin bertemu dengannya untuk menanyakannya keadaannya saat ini. Kau tahu bukan jika aku sangat mencemaskannya dan ibunya. Aku takut setelah lepas dari penjara dia menjalani hidup yang sulit karena Daddyku." Ucap Flower.


"Aku mengerti apa yang kau inginkan. Tapi kau juga harus mengerti kekhawatiran kami. Kami tidak bisa menjamin Emila bisa berubah setelah dia keluar dari penjara. Rasa takut itu masih ada jika dia berniat mencelakaimu lagi. Terlebih saat ini kau sedang mengandung dan ada Baby disekitarmu." Jawab Malik.


Flower diam mencerna perkataan suaminya. Tak butuh waktu lama Flower untuk mencerna karena sesaat kemudian ia sudah mengerti jika suaminya itu begitu mengkhawatirkan dirinya.


"Maafkan aku. Setelah ini aku akan mencoba menjadi istri yang lebih penurut."


Malik mengusap rambut istrinya. Syukurlah istrinya itu mau mengerti apa yang ia takutkan saat ini. Yura yang melihat betapa Malik menyayangi istrinya itu pun tersenyum.


Tidak banyak drama lagi di antara pasangan suami istri itu karena Malik tidak ingin terlalu banyak berbicara dan membuat istrinya jadi kepikiran.


"Oh ya, Malik. Kenapa suamiku tidak ikut denganmu ke sini?" Setelah cukup lama bersama Malik, Yura baru menyadari jika suaminya tidak ada.


"Tuan Rey melanjutkan pertemuan, Nona." Jawab Malik singkat dan dapat dimengerti oleh Yura.


"Jadi kau meninggalkan pertemuan hanya untuk memastikan jika aku baik-baik saja?" Flower jadi tidak enak setelah mendengarnya.


"Pembahasan pertama kami dengan Tuan Arkana sudah selesai. Untuk pembahasan kedua bisa diwakili oleh Tuan Rey saja." Jelas Malik tak ingin istri cantiknya merasa bersalah.


Flower menghembuskan nafas lega. Ternyata suaminya itu menyelesaikan tugasnya lebih dulu sebelum menyusulnya.


"Sekarang ingin kemana?" Tanya Malik setelah selesai berbicara.


Malik diam dan berpikir. Menonton film di bioskop bukanlah hobinya. Rasanya akan membosankan jika ia ikut menonton bersama istrinya. "Aku akan menjaga Baby, Kenzo, Kimmy dan Keyla selama kalian menonton." Jawabnya kemudian.


"Apa tak apa? Cukup lama untuk menunggu kami." Ucap Flower.


"Tak masalah, lagi pula sebentar lagi Tuan Rey akan menyusul kemari." Jawab Malik.


Flower menganggukkan kepalanya. Ia melihat jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Mengetahui jika waktu film yang akan mereka tonton akan segera dimulai, Flower pun mengajak Yura untuk beranjak dari sana.


"Rasanya sangat menyenangkan ya jika menghabiskan waktu berdua seperti ini." Ucap Flower setelah mereka duduk di kursi yang ada di dalam bioskop.


"Ya, untuk sesekali saja. Jika beberapa kali rasanya aku tidak bisa meninggalkan bayi-bayiku." Jawab Yura tersenyum.


"Kau benar. Aku juga tidak bisa terlalu lama jauh dari Baby." Ucap Flower ikut tersenyum.


Di saat dua wanita yang sudah memiliki anak itu menikmati film yang sudah tayang di layar bioskop, Malik justru sibuk menghubungi anak buahnya yang diminta mengikuti Emila dari jarak jauh untuk memastikan jika Emila tidak merencanakan sesuatu untuk istrinya. Rasa takut dan awas masih saja menghantui Malik karena Emila pernah berbuat jahat pada istrinya


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗