One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Rasa cemburu


Perhatian Rey dan Malik pun kini tertuju pada Flower yang tengah berdiri di depan pintu kamar.


"Agh, akhirnya kita bertemu kembali." Ucap Zaki tanpa sadar.


"Ehm, apa maksud anda, Tuan?" Tanya Malik dengan pandangan berubah tajam.


"Oh itu," Saki menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Malik pun menunggu jawaban dari Zaki. "Maksudku akhirnya kami bertemu kembali setelah satu bulan lalu bertemu di taman kota." Jawab Zaki pada akhirnya.


Malik tak menghilangkan tatapan tajamnya pada Zaki. Ia masih menatap Zaki dengan tajam seolah ingin mengulitinya hidup-hidup.


Flower pun menatap Zaki dengan malas. Bagaimana bisa ia bertemu kembali dengan pria yang selalu membuatnya kesal saat mereka bertemu.


"Flower, kemarilah." Titah Rey mencoba menghilangkan suasana tegan di antara mereka.


Flower pun menurutinya lalu mendekat ke arah sofa.


"Aku bilang juga apa kita pasti bertemu kembali." Ucap Zaki pelan namun dapat didengar oleh Rey.


"Kenapa kau keluar dari dalam kamar?" Tanya Malik pada Flower.


"Itu karena aku merasa lapar. Maaf, aku tidak tahu jika kau sudah kembali." Flower tertunduk merasa bersalah telah mengganggu pertemuan Malik kali ini.


"Tak masalah. Kau ingin makan apa?" Tanya Malik. Berusaha bersifat tenang walau saat ini hatinya bergemuruh melihat Zaki tengah menatap istrinya dengan intens.


"Aku ingin mencarinya sendiri ke pantry." Jawab Flower.


Malik menganggukkan kepalanya lalu memberi kode pada Flower agar segera keluar dari dalam ruangan kerjanya.


"Flower, apa kau ingin aku menemanimu ke pantry? Kebetulan ada yang ingin aku cari juga di sana." Tawar Zaki.


"Ehem." Malik berdehem cukup keras.


Malik tentu saja tak percaya begitu saja. Ia sangat tahu apa maksud dan tujuan Zaki saat ini pada istrinya itu. Jelas saja Malik mengetahuinya karena ia tahu jika Zaki memiliki ketertarikan pada Flower.


"Aku bisa sendiri dan jangan mengikutiku!" Flower melototkan kedua matanya pada Zaki. Menatapnya penuh peringatan agar Zaki tak mengikutinya.


Zaki pun akhirnya mengangguk dan membiarkan Flower pergi begitu saja. Lagi pula ia mulai merasa tidak enak melihat Rey kini menatapnya dengan intens.


"Maaf, saya tidak berniat apa-apa." Ucap Zaki seraya tersenyum.


Malik mengepalkan sebelah tangannya. Ia bukanlah pria bodoh yang tidak mengetahui Zaki sedang berbohong. Pun sama halnya dengan Rey.


"Tuan Zaki, kenapa sepertinya anda terlihat sangat senang jika bertemu dengan Flower?" Rey mencoba memancing Zaki agar mengeluarkan isi hatinya.


"Oh itu karena dia adalah wanita yang sangat menyenangkan. Saya sangat senang jika bertemu dengannya karena bisa merubah mood saya berubah menjadi baik." Jawab Zaki jujur.


"Ehem." Entah yang keberapa kalinya Malik kembali berdehem cukup keras.


"Maksud saya hanya sebagai seorang teman. Lagi pula saya tahu jika Flower sudah menikah dan sebentar lagi akan memiliki seorang anak." Zaki memilih berbohong agar tak menimbulkan masalah pada Malik nantinya.


Malik memilih tak melanjutkan percakapan mereka tentang Flower dan


melanjutkan kembali niat mereka yang ingin melakukan tanda tangan kontrak.


Beberapa saat berlalu akhirnya pertemuan mereka pun selesai dan Zaki pun berpamitan untuk kembali ke perusahaannya.


"Malik, sudah saatnya kau mengikat Flower lebih jauh agar tidak dipikat oleh pria lain." Saran Rey pada Malik setelah kepergian Zaki.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗