
"Kenapa bisa seperti itu?" Tanya Malik merasa bingung.
"Tentu saja karena perutku sudah semakin membesar dan semakin berat untuk dibawa berjalan." Jawab Flower.
Pandangan Malik pun seketika tertuju pada perut istrinya. "Jika kau merasa kesulitan untuk berjalan maka perbanyaklah istirahat di atas ranjang." Saran Malik.
Flower memutar kedua bola matanya malas. "Jika aku hanya istirahat di atas ranjang saja itu bisa membuatku sedikit bergerak dan kesulitan untuk melahirkan normal nantinya. Kau tidak lupa bukan jika dokter juga menyarankan aku untuk perbanyak bergerak agar membantu persalinan lancar?" Tanya Flower.
"Lalu harus bagaimana?" Malik semakin bingung dan Flower pun mengangkat kedua bahunya tanda tidak tahu.
"Kata Yura apa yang aku rasakan saat ini sudah biasa dirasakan oleh Ibu hamil pada umumnya. Jadi saat ini aku hanya bisa menikmatinya saja." Ucap Flower sambil mengusap perutnya yang membuncit.
"Apa kau menikmatinya?" Tanya Malik.
Flower mengangguk. "Tentu saja. Setiap mendapatkan tendangan darinya aku merasa senang karena anakku aktif di dalam sini." Ucap Flower sambil mengusap perutnya.
"Terima kasih karena telah bersedia mengandung anakku." Ucap Malik ikut mengusap perut Flower.
Flower tersenyum mendengarnya. "Terima kasih juga karena telah bersedia menjadi suamiku." Kelakar Flower dan hanya dibalas Malik dengan senyuman tipis di wajah tampannya.
*
Karena sudah mendapatkan pesan dari Mom Rania agar mengundang tetangganya untuk datang di acara tujuh bulanannya nanti akhirnya pagi itu setelah mengantarkan Malik berangkat bekerja Flower pun langsung mendatangi rumah tetangganya untuk menyampaikan pesan dari Mommynya.
"Flower, bukankah alamat yang kau maksud itu adalah perumahan mewah di kota ini?" Tanya Nia setelah Flower menyebutkan alamat kedua orang tuanya.
"Emh, tidak juga. Rumah orang tuaku tidak mewah seperti yang kau pikirkan. Hanya sederhana dan nyaman untuk ditinggali." Jawab Flower tak ingin membuat teman-temannya merasa rendah diri untuk datang.
"Benarkah begitu?" Tanya Suci merasa tak yakin.
Flower mengangguk mengiyakannya dan meyakinkan kedua teman baiknya untuk datang ke rumahnya di akhir pekan nanti.
"Terima kasih. Aku dan kedua orang tuaku sangat menanti kedatangan kalian nantinya." Ucap Flower.
Suci dan Nia pun mengangguk mengiyakan perkataan Flower.
*
Akhirnya hari yang dinantikan keluarga Arnold pun tiba. Siang itu di kediaman William dan Rania nampak sudah ramai dengan kedatangan kerabat dan teman-teman dekat Flower dan Malik.
Terlihat di tengah rumah Flower tengah asik berbicara dengan Yura yang datang bersama suami dan ketiga bayi kembar mereka.
"Flower, apa mertuamu sudah datang ke sini? Aku ingin berkenalan dengannya." Tanya Yura.
Flower menatap ke arah pintu utama berada. "Sepertinya sebentar lagi akan tiba. Apa selama ini kau belum pernah bertemu dengan Ibu Malik?" Tanya Flower.
Yura pun menggeleng. "Ibu Malik tidak pernah hadir di acara yang dibuat keluarga kami." Jawab Yura seadanya.
Flower pun hanya bisa mengangguk tanpa bertanya lebih jauh.
Tak lama sosok yang ditanyakan Yura pun akhirnya tiba. Bu Venna nampak masuk ke dalam rumah dan langsung disambut oleh Mom Rania dan Malik. Kedatangan Bu Venna tentu saja membuat Flower merasa senang karena akhirnya mertuanya mau menginjakkan kaki di rumah kedua orang tuanya.
"Apa kau ingin langsung berkenalan dengan mertuaku?" Tanya Flower pada Yura yang hanya diam saja menatap ke arah Bu Venna berada.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗