One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Jangan sampai bertemu


"Tidak menutup kemungkinan jika mereka akan berjodoh." Jawab Yura seadanya.


Flower mengangguk mengiyakannya. "Tenang saja, aku tidak bermaksud menjodohkan mereka." Ucap Flower tak ingin Yura salah paham dengan perkataannya.


Yura menarik kedua sudut bibirnya ke atas hingga membentuk senyuman. "Ya, aku tahu kau tidak berniat menjodohkan mereka." Jawab Yura.


Flower merasa lega, pun dengan Malik yang merasa lega karena tadi sempat berpikir jika istrinya berniat menjodohkan Baby dengan Kenzo. Sebagai seseorang yang pernah mengikuti jejak Flower cukup lama saat mengejar cinta Rey, Malik tidak ingin nanti putrinya merasakan hal yang sama karena mengejar cinta Kenzo dengan iming kata perjodohan sejak dini.


"Kita serahkan semua keputusan pada putra dan putri kita saja siapa yang akan menjadi jodoh mereka nantinya." Ucap Yura dan diangguki oleh Flower.


*


Flower dan Malik kini sudah berada di dalam kamar penginapan mereka. Setelah masuk ke dalam kamar, Flower langsung saja merebahkan tubuhnya yang terasa cukup lelah di atas ranjang sedangkan Malik merebahkan tubuh Baby di sebelah Flower.


"Anak Mommy, rasanya Mommy cukup lelah. Bagaimana kalau kita tidur dulu saja sambil menunggu jam makan siang?" Tanya Flower pada putrinya.


"Ehe." Baby tertawa sambil menepuk ranjang.


Melihat itu membuat Malik dan Flower tersenyum melihat respon dari putri kecil mereka.


"Malik, jam berapa kau ingin bertemu dengan kolega bisnismu itu?" Tanya Flower kemudian pada Malik yang kini nampak sedang membuka koper.


"Jam dua setelah jam makan siang." Jawab Malik tanpa menghentikan kegiatannya membuka koper.


"Apa pertemuannya akan di lakukan di hotel ini?" Tanya Flower.


Malik mengiyakannya. "Tuan Arkana sudah menyewa salah satu kamar di hotel ini untuk menjadi tempat kami bertemu." Ucapnya.


"Apa kau akan datang bersama Liza?" Flower memasang wajah tak suka saat menyebutkan nama rivalnya tersebut.


Flower menghela nafas. Walau ada Rey di antara suaminya dan Liza, tapi tetap saja Flower merasa awas dengan kehadiran Liza di dekat suaminya.


Malik yang tidak melihat ekspresi Flower saat ini pun hanya fokus mengeluarkan sesuatu dari dalam kopernya. "Jika kau lelah maka tidurlah. Aku akan membangunkanmu jika jam makan siang sudah tiba." Ucap Malik setelah selesai mengambil barang dari dalam kopernya.


"Lalu kau?" Tanya Flower.


"Aku akan istirahat juga tapi tidak tidur. Ada beberapa file yang harus aku cek lebih dulu sebelum diperlihatkan pada Tuan Arkana nanti." Jawab Malik.


Flower mengangguk saja. Ia pun mencoba menidurkan Baby yang kini sedang sibuk mengisap jari jempolnya. Namun karena Baby tidak mengantuk karena tadi sudah cukup puas tidur di dalam pesawat membuat Flower membiarkan putrinya bermain sendiri sedangkan dirinya tidur untuk mengistirahatkan tubuhnya.


Setelah memastikan istrinya itu sudah tertidur lelap, Malik segera meraih ponselnya yang ada di atas meja dan melakukan panggilan pada seseorang.


"Apa posisinya saat ini dekat dengan kami?" Tanya Malik setelah panggilan terhubung.


"Tidak terlalu dekat, Tuan." Jawab seseorang di seberang telefon.


"Baiklah, kalau begitu pastikan istriku tidak memiliki kesempatan bertemu dengannya." Titah Malik.


Seseorang itu mengiyakannya lalu panggilan telefon pun terputus. Malik kembali menatap pada istrinya lalu menghela nafas panjang. Entah mengapa ia sangat takut jika istrinya itu akan kembali bertemu dengan wanita yang saat ini berada di kota yang sama dengan mereka.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗