One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tidak mau melahirkan


Dua jam berlalu, entah bagaimana penampakan Dad William saat ini karena kembali menjadi pelampiasan rasa sakit Flower yang semakin menjadi dibandingkan beberapa jam lalu. Mom Rania yang melihat wajah Dad William yang sudah semakin memerah menahan rasa sakit akibat gigitan dan jambakan dari Flower mencoba menghentikan Flower yang tengah menyiksa suaminya.


Namun bukannya melepas, Flower justru menangis dengan keras sambil memegang tangan Dad William. "Mommy sudah tidak menyayangi Flow lagi. Mommy jahat!" Ucap Flower yang membuat Mom Rania bingung mendengarnya. Bagaimana tidak bingung hanya karena meminta Flower tidak menyiksa suaminya membuat Flower berpikir ia tidak lagi menyayanginya.


"Sudahlah Rania aku tak apa." Ucap Dad William tak ingin membuat putri kesayangannya kembali menangis.


Mom Rania pun membiarkan Flower kembali menyiksa suaminya dengan cakaran kukunya. Mom Rania cukup dibuat bingung kenapa Flower hanya mau menyiksa Dad William sedangkan tadi saat diusap olehnya Flower tidak melakukan apa-apa kecuali menangis.


"Apa saat ini Baby tengah balas dendam pada William karena sudah bersikap buruk pada Flower di awal kehamilannya dulu?" Tanya Mom Rania pada dirinya sendiri.


Beberapa saat berlalu, rasa sakit di dalam perut Flower semakin menjadi. Mom Rania pun segera memanggil dokter dan meminta dokter untuk memeriksa keadaan putrinya kembali. Dan di luar dugaan, Dokter mengatakan jika pembukaan jalan lahir sudah sempurna dan bayi sudah siap untuk dilahirkan.


"Tidak. Flow tidak mau melahirkan sebelum ada Malik." Ucap Flower sambil menahan rasa sakitnya.


"Aaa..." belum sempat Mom Rania menjawab, Flower sudah berteriak kesakitan.


Dokter pun segera meminta perawat untuk mempersiapkan persalinan untuk Flower dan Flower pun segera dibawa ke ruangan khusus yang tadi sudah disediakan untuk Flower melahirkan.


"Malik... Baby akan lahir tapi kenapa kau tidak kunjung tiba? Apa kau sudah tidak lagi menyayangiku dan Baby?" Ucap Flower di sela rasa sakitnya. Saat ini tidak ada yang ia inginkan selain ada Malik di sisinya. Flower sangat menginginkan melakukan persalinan dengan didampingi suaminya itu.


Sementara Malik yang sudah hampir sampai di rumah sakit segera menelefon Mom Rania menanyakan di ruangan mana persalinan Flower saat ini. Mom Rania pun segera keluar dari ruangan persalinan untuk menjemput menantunya di depan rumah sakit karena Mom Rania ingin Malik segera berada di samping Flower agar Flower mau melahirkan Babynya.


Citt


Malik memarkirkan mobilnya asal di depan rumah sakit dan segera menghampiri security untuk menyerahkan kunci mobil agar security bisa membantunya memarkirkan mobilnya dengan benar. Security yang melihat penampilan Malik saat ini dibuat menganga karena untuk pertama kalinya ia melihat penampilan seorang asisten dari perusahaan Bagaskara terlihat sangat lucu. Jiwa-jiwa seorang pemimpin di dalam diri Malik hilang seketikan karena pakaian piyaman yang sedang ia gunakan itu.


Tanpa memperdulikan tatapan security kepadanya, Malik segera berlari masuk ke dalam rumah sakit. Malik tidak memperdulikan tatapan aneh sekaligus terkejut orang-orang kepadanya. Ia terus berlari menuju ruangan yang ia yakini ada sosok istrinya di sana.


"Sayang, tunggu aku." Ucap Malik sambil terus berlari.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗