One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Introgasi awal


Malik terdiam merenungi apa yang Rey katakan.


"Maaf bukan maksud saya mengatakan jika ibumu berprilaku buruk pada Flower. Namun sebagai seorang suami kita harus tetap berjaga-jaga dan memastikan jika semuanya berjalan sesuai dengan keinginan kita." Ucap Rey kemudian.


Malik menganggukkan kepalanya. Ia tahu jelas apa maksud perkataan Rey dah hal itu juga cukup mengganggu pemikirannya saat ini.


"Kau bisa pulang lebih awal hari ini jika kau ingin. Untuk pekerjaan yang belum selesai bisa kau lanjutkan esok hari." Ucap Rey.


"Terima kasih, Tuan." Malik merasa lega karena Rey mengerti apa yang ia butuhkan saat ini.


Akhirnya Rey pun keluar dari dalam ruangan Malik tanpa mengatakan apa yang ia butuhkan pada Rey. Menurut Rey saat ini Malik lebih baik segera menyelesaikan permasalahannya agar pekerjaannya berjalan dengan baik walau Rey tahu sebenarnya dalam kondisi apapun Malik tetap bisa mengerjakan pekerjaannya dengan baik.


Tepat pukul tiga sore Malik terlihat sudah bersiap untuk pulanh ke rumah ibunya. Setelah berpamitan pada Rey, Malik segera melangkah pergi meninggalkan lantai tertinggi perusahaan Bagaskara. Setibanya di lobby perusahaan, Malik dibuat terkejut melihat kehadiran William dan Gerry di lobby perusahaan.


"Malik, kau sudah ingin pulang?" Tanya Gerry angkat suara lebih dulu saat melihat Malik membawa tas kerjanya.


"Ya, Tuan. Saya pulang lebih awal hari ini." Jawab Malik. Malik pun mengulurkan tangannya pada Gerry kemudian pada William.


William hanya menatap datar pada Malik setelah menyaliminya.


"Ada apa? Kenapa kau pulang lebih awal hari ini?" Tanya Gerry. William pun turut menantikan jawaban dari Malik karena ia penasaran kenapa Malik pulang lebih awal hari ini.


"Ada sedikit urusan di rumah, Tuan." Jawab Malik singkat namun penuh makna.


"Kau tidak ingin bertanya apa urusan menantumu itu?" Tanya Gerry pada William yang terlihat hanya diam saja.


"Tidak. Ayo lanjutkan niat kita." Ajak William datar. Walau jauh dari lubuk hatinya William sangat penasaran dengan urusan Malik tapi William berusaha tak memperlihatkannya. Entah mengapa sampai saat ini ia masih berusaha agar terlihat tidak perduli dengan keadaan putri semata wayangnya itu.


Malik yang sudah berada di luar perusahaan pun mempercepat langkahnya menuju mobilnya berada. Tak membutuhkan waktu lama kini Malik sudah berada di dalam mobil dan melajukannya keluar dari perusahaan Bagaskara.


Kali ini Malik memilih tidak memberitahukan kepulangannya pada Flower karena ia ingin berbicara empat mata dulu dengan pelayannya yang ada di rumah ibunya.


Tiga puluh lima menit mengendara, mobil milik Malik pun telah sampai di perkarangan rumah ibunya. Sesuai dengan janjinya dan pelayan di rumah ibunya, Malik langsung menuju ke belakang rumah ibunya yang menjadi tempat pertemuan ia dan pelayannya.


"Tuan, anda sudah sampai?" Pelayan dibuat sedikit terkejut melihat Malik yang sudah berada di depannya saat ini. Pelayan pun menatap pada pintu samping yang menjadi akses Malik lewat menuju area belakang rumah ibunya.


"Sudah. Apa Ibu sedang tidak berada di dapur saat ini?" Tanya Malik.


Pelayan menganggukkan kepalanya. "Ibu sedang keluar saat ini, Tuan." Jawabnya.


Malik menghembuskan nafas lega. Untung saja ibunya tidak berada di rumah hingga ia bisa dengan aman bertanya lebih banyak dengan pelayannya.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗