One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Mencari cara untuk menghindar


"Benarkah begitu, Mommy? Ada yang mencubit pipi Flow?" Tanya Flower.


Mom Rania mengangguk mengiyakannya. Kejadian waktu itu membuat Flower kecil jadi trauma bertemu dengan banyak orang.


"Awas saja jika ada orang yang mencubit pipi Baby Flow tidak akan terima dan balik mencubit kedua pipinya agar dia tau rasa!" Ucap Flower. Memikirkan Babynya dicubit saja sudah membuatnya kesal karena itu menyakiti Baby. Apa lagi jika nanti ada yang benar-benar mencubit pipi Baby, mungkin Flow tak kalah murka dari dad William.


"Sudahlah, jangan dipikirkan karena membuat moodmu rusak saja." Ucap Mom Rania.


Flower masih saja merasa kesal. Mom Rania pun dibuat menghela nafas karena merasa salah berbicara. Untung saja sesaat kemudian Flower sudah tak lagi kesal karena mengingat karyawan Daddynya baik-baik dan tidak mungkin berani menyakiti Baby.


Melihat kedatangan Mom Rania dan Flower masuk ke dalam ruangannya membuat wajah Dad William langsung pucat. Dad William memikirkan untuk apa putrinya itu datang bersama istrinya. Apakah putrinya itu kembali berniat memberikan permintaan aneh kepadanya atau melakukan hal di luar nalarnya sebagai seorang manusia?


Flower yang melihat wajah pucat Dad William pun berjalan mendekatinya. "Kenapa dengan wajah Daddy? Apa Daddy sakit?" Tanyanya bingung.


"Emh, Daddy tak apa." Jawab Dad William. Walau akhir-akhir ini putrinya sudah tak lagi suka mengerjainya namun tetap saja Dad William masih merasa trauma.


"Apa wajahmu pucat karena melihat kedatangan kami ke sini?" Tebak Mom Rania. Sedikit banyaknya Mom Rania tahu jika suaminya masih merasa takut dengan permintaan putrinya.


"Ti-tidak. Kau ini bicara apa sayang?" Dad William melototkan kedua matanya agar Mom Rania tak lagi banyak suara.


Mom Rania yang mengerti pun menghembuskan nafas di udara lalu melangkah ke arah sofa untuk meletakkan rantang yang ia bawa di atas meja.


"Daddy aneh sekali." Ucap Flower yang masih tidak mengerti dengan sikap Daddynya.


"Kemarikan Baby. Dad ingin menggendongnya." Ucap Dad William.


Flower mengiyakannya lalu menyerahkan Baby ke tangan Dad William.


"Pa, pa, pa." Celoteh Baby sambil memukul wajah Dad William.


"Baiklah. Tapi jangan lama-lama Dad!" Ucap Flower dan memberikan pesan lain jangan sampai putrinya dicubit oleh karyawan Daddynya.


"Kau tenang saja. Sebelum tangan mereka mencubit pipi Baby, sudah Daddy pastikan mereka ditendang dari perusahaan ini." Jawab Dad William berlebihan.


"Daddy lebay." Ucap Flower dengan bibir mengerucut.


Dad William tertawa. Lagi pula putrinya ini ada-ada saja mengkhawatirkan hal yang tidak penting. Mana berani karyawannya menyentuh cucu pertamanya itu.


"Dada." Tangan mungil Baby melambai pada Flower.


"Anak itu... dia pasti senang sekali dibawa berjalan-jalan oleh Daddy." Ucap Flower merasa gemas dengan putri kecilnya.


Dad William yang sudah berada di luar ruangan bersama Baby pun menghembuskan nafas lega di udara karena ia bisa mencari cara agar jauh dari putrinya karena takut akan dikerjai lagi.


"Baby, kita jalan-jalannya lama saja ya agar Mommymu tidak berpikir untuk meminta hal aneh pada Kakek tampanmu ini." Ucap Dad William pada Baby.


Seolah mengerti permintaan Dad William, Baby pun menganggukkan kepalanya.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗