
"Box itu berisi makanan?" Tanya Flower saat sudah berada di dalam mobil dan mencium aroma yang keluar dari dalam box.
"Ya." Jawab Malik singkat lalu menghidupakan mesin mobilnya.
Senyuman manis terkembang di wajah cantik Flower. "Seandainya kau gajian setiap hari, anakmu pasti senang karena merasakan makanan lezat seperti ini." Ucap Flower.
Malik memilih diam mengabaikan perkataan Flower.
Mobil pun mulai melaju meninggalkan perkarangan resto dan melaju di jalan raya.
"Loh, kita mau kemana?" Tanya Flower saat melihat Malik mengendarai mobilnya bukan menuju jalan ke arah perumahan mereka berada.
Malik masih dalam mode hening dan terus melajukan mobilnya tanpa berniat menjawab pertanyaan Flower. Walau dibuat kesal dengan sikap Malik, namun Flower memilih sabar dan diam mengikuti Malik yang akan membawanya entah kemana.
Lima belas menit berlalu, mobil Malik terlihat memasuki jalan yang berada di bawah jembatan.
"Sebenarnya kau ingin membawaku kemana?" Ketus Flower yang mulai merasa bingung sekaligus takut.
Malik masih diam dan akhirnya memberhentikan mobilnya di pinggir jalan tepat di depan gubuk yang berada di bawah jembatan.
"Malik..." Flower menatap ke arah luar dimana kini ia melihat banyak anak-anak dan orang dewasa yang sedang tidur di pinggir jalan dan sedang bercerita di depan gubuk kardus yang menjadi tempat tinggal mereka.
"Lihatlah mereka." Ucap Malik sambil menatap ke arah yang Flower tatap.
Flower terdiam dengan tatapan prihatin menatap anak-anak kecil yang terlihat kedinginan tidur di bawah jembatan.
"Apa kau sudah bisa merasa bersyukur atas apa yang kau miliki saat ini?" Tanya Malik tanpa menatap pada Flower.
Deg
Flower tertegun dan tak dapat berkata-kata.
"Lihatlah tempat tinggal mereka dan apa yang mereka makan, sangat jauh dari kata layak." Ucap Malik.
Tak lama Malik membuka pintu mobilnya.
"Kau ingin kemana?" Tanya Flower setelah menahan tangan Malik.
"Aku ingin keluar. Kau ingin ikut?" Tanya Malik.
"Ya. Aku tidak mau ditinggal di mobil sendiri." Ucap Flower.
"Kalau begitu turunlah." Ucap Malik lalu membuka keluar dari dalam mobil.
Flower pun turun turun dari dalam mobil. Baru saja ia berada di luar mobil Flower sudah dikejutkan saat melihat anak-anak yang berada di pinggir jalan mendekat pada mereka.
"Om Malik datang lagi?" Sapa salah satu anak pada Malik.
"Ya." Jawab Malik seraya tersenyum tipis. Malik pun segera melangkah ke arah belakang mobilnya dan mengeluarkan sesuatu dari dalam bagasi mobil.
"Malik..." Flower mendekat pada Malik setelah membalas sapaan anak-anak kepadanya. "Kapan kau memasukkan makanan ini ke dalam mobil?" Tanya Flower merasa terkejut saat melihat Malik mengeluarkan plastik berisi kotak makanan dari dalam bagasi mobilnya.
"Tadi." Jawab Malik asal.
Flower tak percaya begitu saja. Jelas saja sejak tadi ia berada di dekat Malik dan tidak merasa dan melihat Malik pergi dari hadapannya sedetik pun.
"Ayo." Ajak Malik pada Flower.
Flower mengangguk saja lalu mengikuti Malik mendekat pada rumah kardus yang berada tidak jauh dari mereka berada. Setibanya di sana Malik menyerahkan makanan yang ia bawa pada anak-anak dan orang dewasa yang sudah berkumpul menunggu kedatangannya.
"Terima kasih Tuan Malik sudah selalu baik memberikan makanan pada kami." Ucap salah satu pria dewasa pada Malik.
***