
"Emh, ya. Menurutku kau adalah wanita hebat." Yura tersenyum sambil mengacungkan jari jempolnya pada Flower.
"Aku." Flower merasa sangat bangga dengan pujian Yura.
"Oh ya, apa kau tidak pernah merasa kesulitan di kehamilan keduamu ini?" Tanya Yura karena Flower terlihat sangat senang dengan kehamilan keduanya.
Flower nampak menimbang dan berpikir. "Sepertinya tidak. Aku tidak merasa kesulitan dan keberatan saat mengandung anak kedua." Jawab Flower.
Dia tidak merasa kesulitan karena dia menyulitkan orang lain. Ucap Malik dalam hati dari kursi belakang. Sebagai seorang suami yang tidak ingin membuat istrinya bersedih, Malik memilih memendam perkataan itu hanya dalam hati. Biarlah Yura dan yang lainnya tidak mengetahui kesulitannya dan Dad William selama kehamilan kedua Flower ini.
Berbeda dengan Rey, ia nampak kembali menahan tawa seolah tahu apa yang Malik ucapkan dalam hati saat ini. Bagaimana tidak tahu, sedikit banyaknya Rey sudah mendengar cerita dari Papa Gerry bagaimana keusilan Flower saat hamil anak kedua mereka pada Dad William dan Malik.
Mobil bewarna hitam yang ditumpangi mereka terus melaju membelah jalanan yang tidak terlalu padat pagi itu. Lima belas menit berlalu, mobil melaju pelan memasuki area hotel yang akan menjadi tempat penginapan mereka selama berada di kota Pekanbaru.
"Kita akan menginap di sini?" Tanya Flower sambil menatap bangunan hotel bewarna putih yang ada di depannya saat ini.
Malik yang berada di kursi belakang mengangguk mengiyakan pertanyaan istrinya. Flower pun tak lagi bertanya dan langsung turun dari dalam mobil setelah mobil berhenti area parkiran khusus mobil.
"Biar aku yang menggendong Baby." Ucap Malik setelah ia ikut turun dari dalam mobil. Malik tidak ingin membuat istrinya itu keberatan karena menggendong tubuh Baby yang sudah cukup berisi saat ini.
"Tak masalah, biar aku saja." Tolak Flower karena ia masih nyaman menggendong putri kecilnya.
"Ingat kau sedang hamil dan tidak boleh membawa yang berat-berat." Malik memberikan pengertian pada istrinya.
Mendengar itu membuat Flower paham dan segera memberikan Baby pada Malik.
"Ehe." Baby tertawa setelah berada di dalam gendongan Malik. Putri kecil Flow dan Malik itu nampak sangat senang digendong oleh Daddynya.
"Tidak perlu, biar saya gendong saja." Jawab Malik.
Pengawal mengangguk paham dan memilih mendorong stroller milik Baby masuk ke dalam hotel.
"Apa kau tidak ingin membantuku menarik koper ini?" Tanya Liza pada salah satu pengawal yang nampak menyebalkan di matanya.
"Tidak." Jawabnya singkat tanpa basa-basi.
"Kau!" Liza menatapnya kesal. Bagaimana bisa pengawal yang dibawa Rey dan Malik itu tidak mau menuruti permintaannya membawa kopernya masuk ke dalam hotel.
Pengawal yang merasa tidak bersalah itu pun melangkah mengikuti majikannya dari belakang. Dan beberapa pengawal lainnya bertugas membawa koper dan barang lainnya milik Yura dan Flower.
"Sial! Dia menolakku padahal dia tidak membawa apa-apa selain tubuhnya saja!" Gerutu Liza. Di antara banyak pengawal hanya pengawal menyebalkan itu lah yang tidak membawa barang sama sekali.
Dengan perasaan kesal dan mulut menggerutu, Liza menarik kopernya sendiri masuk ke dalam hotel. Melihat Liza yang nampak kesal entah karena apa membuat Flower yang melihatnya pun merasa senang.
***
Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗