One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Bagaimana ini?


"Kau bilang apa? Aku tamu yang tak diundang?" Emila menatap kesal pada Flower.


"Flower, berani sekali kau berbicara seperti itu untuk Emila." Timpal Bu Venna.


Flower hanya diam dengan wajah tersenyum. "Maaf, Ibu. Kalau begitu saya pamit dulu ke kamar karena saya sudah tidak sabar untuk memberitahu suami saya." Ucap Flower.


"Jangan berani-beraninya kau memberitahu Malik jika Ibu membawa Emila datang ke sini." Tekan Bu Venna. Ada rasa takut yang ia rasakan jika Flower mengadukan kehadiran Emila di rumahnya karena ia yakin Malik akan marah kepadanya mengingat anaknya itu sudah mengingatkannya agar tak membawa Emila ke rumah mereka saat ada Flower.


"Saya tidak berjanji, Ibu." Ucap Flower masih tetap tersenyum.


"Kau..." Bu Venna menahan rasa geram dengan tangan terkepal.


"Saya pergi dulu." Pamit Flower untuk yang kedua kalinya.


Kali ini Bu Venna membiarkan Flower pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun pada Flower.


"Bagaimana ini, Tante. Bagaimana kalau dia mengadukan hal yang tidak-tidak pada Malik?" Tanya Emila pada Bu Venna.


"Sudahlah, kau tidak perlu khawatir. Tante bisa mengatasinya nanti jika Malik bertanya pada Tante." Jawab Bu Venna.


Emila mengangguk saja dan mempercayakan semuanya pada Bu Venna. Kedua wanita berbeda usia itu pun secara bersamaan menatap pada Flower yang sedang melangkah menaiki tangga menuju kamarnya.


"Apa dia benar-benar sedang mengandung anak Malik, Tante?" Tanya Emila yang kembali memasang wajah sendu pada Bu Venna.


"Kenapa Malik bisa melakukan hal menjijikkan seperti itu di belakang Mila, Tante? Malik telah merusak hubungan kami dengan menidu-ri Flower." Ucap Emila lirih.


"Tenanglah, Mila. Tante yakin jika Malik hanya dijebak. Malik tidak mungkin mau meniduringa jika tidak dijebak." Ucap Bu Venna yakin.


Emila hanya diam saja sambil tetap memasang wajah sendunya.


Sementara Flower yang sudah berada di dalam kamarnya nampak mengelus perutnya. "Baby, kau jangan bersedih karena Nenekmu tidak menerima kehadiranmu di rahim Mommy. Yang harus kau tahu jika Mommy, Daddy dan Nenek Rania sangat menyayangimu dan tidak akan membiarkanmu bersedih barang sedikit saja." Ucap Flower pada janinnya.


Walau hatinya saat ini cukup bersedih karena mertuanya menghadirkan benalu di dalam rumah tangganya dan Malik, tapi Flower akan tetap berjuang agar Malik tetap setia pada dirinya selama ia mengandung anak dari Malik. Tidak akan ia biarkan rubah seperti Emila masuk ke dalam rumah tangganya dan menjadi perusak hubungannya dan Malik.


"Ternyata dugaanku benar jika wanita itu adalah mantan kekasih Malik." Ucap Flower yang sejak awal pertemuannya dan Bu Venna sudah menduga siapa wanita yang berjalan berdua bersama Bu Venna waktu itu di dalam mall.


Tak ingin terlalu larut dalam pemikirannya tentang Bu Venna dan Emila, Flower pun segera mengambil ponselnya di atas nakas dan membuka aplikasi pesannya. Dan benar saja, saat ini sudah banyak pesan masuk dari Malik yang menanyakan tentang aktivitas dirinya saat ini.


"Malik, aku baru sadar jika kau jauh lebih baik dari apa yang aku duga selama ini. Walau kau tidak mencintaiku tapi kau terlihat begitu sangat menyayangi anak kita." Ucap Flower sambil mengusap layar ponselnya yang memperlihatkan pesan dari Malik.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗