One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Sindiran pagi itu


"Kau dari mana saja?" Sebuah pertanyaan keluar dari mulut Malik saat Flower baru saja masuk ke dalam kamarnya kembali.


"Aku dari ruang tengah ingin mencari ponselku yang tertinggal di sana." Jawab Flower seadanya sambil melangkah mendekati Malik yang ingin memasang dasi kerjanya. "Sini aku pasangkan." Ucap Flower berniat membantu Malik.


Malik mengiyakannya lalu menyerahkan dasi pada istrinya. "Apa kau meninggalkan ponselnya tadi malam di ruang tengah?" Tanya Malik.


Flower mengiyakannya. "Sepertinya Mommy lupa memberi ponselku saat kau menggendongku tadi malam." Ucap Flower.


Malik mengangguk membenarkan. "Lalu dimana ponselnya? Apa sudah ketemu?" Tanya Malik dan jawab Flower dengan gelengan kepalanya.


"Sepertinya Mommy membawa ponselku ke kamarnya." Jawab Flower.


"Baiklah, kau bisa meminta pada Mommy saat sarapan nanti. Sekarang lebih baik kau segera mandi karena sebentar lagi kita akan sarapan." Titah Malik.


"Baiklah, tunggulah sebentar di sini." Pinta Flower dan diangguki oleh Malik sebagai jawaban.


*


Setengah jam telah berlalu, kini Flower dan Malik sudah berada di meja makan disusul oleh Mom Rania dan Dad William setelahnya. Sejak bergabung di meja makan entah mengapa Malik merasa ada yang aneh dengan tatapan Dad William kepadanya. Walau pun begitu Malik memilih tidak mempertanyakannya.


"Mommy, apa ponsel Flow ada bersama Mommy?" Tanya Flower sebelum memulai sarapan pagi mereka.


Mom Rania menganggukkan kepalanya. "Tadi malam Mom sudah ingin memberikannya kepadamu tapi Mommy memilih mengurungkan niat Mom." Jawab Mom Rania apa adanya.


"Kenapa begitu? Flow jadi kecarian ponsel sejak bangun tadi." Ucap Flower.


"Tentu saja Mommymu tidak berniat untuk memberikannya lagi karena Mommy tidak ingin mengganggu aktivitasmu bersama suamimu." Sindir Dad William.


"Aktivitas Flow bersama Malik?" Ulang Flower namun Dad William hanya diam saja. Flower pun mulai memikirkan apa maksud perkataan Daddynya itu.


Malik yang mulai memahami maksud perkataan Dad William pun menatap Dad William dengan datar tanpa ada rasa malu.


"Mommy..." Flower yang sudah mengerti mulai merasa malu karena ternyata tadi malam Mommynya dan Daddynya mengetahui apa yang ia lakukan bersama Malik.


"Apa Mommy tahu karena pintu kamar Flow tidak terkunci?" Tebak Flower. Karena saat ia hendak keluar kamar tadi ia mendapatkan kondisi pintu kamarnya itu tidak terkunci.


"Ya. Lain kali pastikan pintu kamar kalian terkunci sebelum melakukannya." Sindir Dad William lagi.


Wajah Malik berubah pias setelah mendengarnya. Kini ia akui penyebab Mommy dan Daddy mertuanya dapat mengetahui kegiatan panas mereka karena ia lupa mengunci pintu kamarnya tadi malam karena terlalu fokus pada permintaan Flower.


Flower yang merasa sangat malu pun akhirnya tertunduk dengan wajah memerah. Karena tidak ingin membuat putrinya bertambah malu membuat Rania memilih mengajak untuk memulai sarapan pagi mereka.


"Jangan lupa diminum." Tutur Malik lembut setelah menyerahkan susu hamil yang tadi dibuatnya pada Flower yang baru saja selesai menghabiskan sarapan paginya.


"Terima kasih." Ucap Flower lalu meneguk susu hamilnya.


"Sama-sama." Jawab Malik lembut pada Flower.


Mom Rania tersenyum melihat interaksi antara anak dan menantunya itu. "Kalian berdua jadi mengingatkan Mommy saat hamil Flow dulu. Di saat hamil Flow, Daddy kalian sangat perhatian pada Mommy dan selalu mengingatkan Mommy untuk minum susu." Ucap Mom Rania seraya tersenyum pada anak dan menantunya.


"Dan kau juga selalu mengingatkanku untuk minum susu bukan?" Timpal William dengan tatapan penuh arti.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.