One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tidak ingin dirayakan


"Sudahlah, ayo lanjut bekerja." Ajak Emila. Dari pada memikirkan Tuan Arkana, lebih baik ia melanjutkan pekerjaannya menambah stok barang untuk dipajang.


"Baiklah." Dessy menurut lalu kembali melanjutkan pekerjaannya.


Di dalam ruangan Bu Selvy, Tuan Arkana yang baru saja masuk ke dalam ruangan sudah disambut oleh tatapan datar Bu Selvy.


"Dimana istrimu? Dia tidak ikut?" Tanya Bu Selvy.


Arkana tak langsung menjawab. Pria itu memilih melangkah ke arah sofa yang ada di dalam ruangan mamanya lalu menjatuhkan bokongnya di sana. "Dia sibuk, Ma. Lagi pula Mama tahu kan jika dia wanita bekerja bukan hanya diam di rumah saja." Jawab Arkana.


Bu Selvy mengangguk saja. Tak berniat lagi membahas tentang menantunya yang tidak ada di dekat mereka. Ia tahu jika menantunya itu memiliki sebuah toko kue dan sering berkunjung ke toko miliknya.


"Besok adalah hari ulang tahunmu ke tiga puluh lima tahun, apa kau tidak berniat melakukan perayaan? Sudah hampir lima tahun belakangan ini kau sudah tidak mau lagi ulang tahunmu dirayakan." Ucap Bu Selvy menatap datar wajah anaknya.


"Untuk apa melakukan perayaan, Ma? Aku bukan anak kecil lagi yang harus dirayakan ulang tahunnya." Jawab Arkana malas.


Bu Selvy menghela nafas. Sebenarnya ia masih ingin memperlakukan Arkana layaknya anak kecilnya dulu yang selalu ia rayakan ulang tahunnya, tapi mengingat Arkana sudah tak lagi tinggal bersamanya dan sudah menikah lama membuatnya menghargai keputusan Arkana.


"Apa ada lagi yang ingin Mama katakan? Kalau tidak aku mau langsung menjumpai maneger toko untuk melakukan evaluasi."


"Tidak ada. Jika kau mau langsung evaluasi maka pergilah. Tapi jika kau ingin duduk di sini dulu Mama akan meminta seorang karyawan untuk membuatkan minum untukmu."


"Tidak perlu, Ma. Aku langsung evaluasi saja. Setelah ini rencananya aku ingin pergi ke toko kue istriku." Jawab Arkana.


"Arkana... jika saja saat ini kau dan istrimu sudah memiliki anak pasti fokus Mama sudah lagi tidak tertuju kepadamu." Ucap Bu Selvy lirih. Sebagai seorang wanita yang tak lagi muda sebenarnya Bu Selvy sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu dari anaknya. Tapi mengingat jika menantunya memiliki gangguan hingga kesulitan memiliki anak membuat Bu Selvy tidak mau menuntut cucu dari Arkana.


Waktu terus berjalan. Arkana nampak melalukan tugasnya di ruangan maneger toko dan Emila nampak fokus melayani konsumen yang datang.


Di pintu masuk, dua orang wanita cantik nampak berjalan memasuki toko diikuti suami mereka dari belakang. Tak tertinggal para pengawal dan Suroh juga iku masuk ke dalam toko mengikuti mereka.


"Lebih baik kalian duduk di kursi tunggu saja. Kami tidak nyaman berbelanja jika terus dikuti." Pinta wanita cantik yang tak lain adalah Flower.


"Tidak bisa. Aku akan mengikutimu." Jawab Malik cepat. Ia tidak ingin membiarkan istrinya berbelanja seorang diri sedangkan ia tahu siapa yang bekerja di toko ini saat ini.


"Sayang..." Flower berniat mengeluarkan jurus ampuhnya namun Malik dengan cepat memasang wajah dinginnya seolah tidak ingin mendapatkan bantahan.


"Sudahlah, biarkan saja Malik mengikuti kita. Kak Rey tidak ikut karena dia menjaga anak-anak kita." Ucap Yura menengahi perdebatan Flower dan Malik.


^^^


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗