
Ceklek
Saat pintu sudah ia buka dari dalam Flower langsung dibuat bingung menatap seorang pria yang kini tengah berdiri di depannya.
"Maaf, anda mencari siapa, ya?" Tanya Flower mencoba ramah.
"Saya mencari Nona Flower untuk mengantarkan pesanan." Jawabnya.
"Mencari saya?" Flower menunjuk wajahnya. Pria itu pun menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. "Pesana apa yang anda maksud? Saya tidak memesan apa-apa." Ucap Flower.
"Pria itu menunjukkan dua buah kotak yang berada di tangannya saat ini. "Pesanan itu dari Tuan Malik untuk anda, Nona." Jawabnya.
"Dari Tuan Malik?" Ulang Flower dengan kening mengkerut bingung.
Pria itu pun menganggukkan kepalanya membenarkan perkataan Flower. "Silahkan diterima, Nona." Pria itu menyerahkan dua buah kotak pada Flower.
Dengan ragu-ragu Flower menerimanya.
"Kalau begitu saya pamit pergi dulu, Nona." Pamitnya pada Flower.
"Terima kasih." Ucap Flower dan diangguki pri itu sebagai jawaban.
"Apa benar ini dari Malik?" Tanya Flower sambil menatap kedua kotak yang berada di tangannya. Karena tak ingin terlalu lama merasa penasaran dengan isi kotak itu, Flower pun membawanya masuk ke dalam rumah.
Setelah duduk di atas sofa ruang tamu, Flower segera membuka kotak itu secara bergantian. Dan betapa terkejutnya Flower saat melihat isi kotak pertama berisi berbagai macam makanan kesukaannya dan es krim favoritnya yang biasanya dibelikkan Malik untuknya.
"Dia membelikan banyak makanan untukku?" Kedua bola mata Flower berbinar dan kini ia dengan susah payah meneguk salivanya karena merasa tak sabar untuk menikmati makanan yang begitu menggiurkan di matanya itu.
"Tunggu sebentar." Flower menahan tangannya saat hendak mengambil makanan itu. Ia teringat dengan perkataan Mommynya jangan terlalu percaya dengan perkataan seseorang jika dikirimi sebuah barang.
"Lebih baik aku memastikan lebih dulu jika makanan ini dari Malik." Ucap Flower lalu beranjak ke kamar untuk mengambil ponselnya.
Setelah membuka ponselnya Flower langsung tertegun melihat isi pesan yang dikirmkan Malik untuknya.
Maafkan aku telah membuatmu kesal dan menunggu. Aku sudah meminta orang untuk mengirimkan makanan dan hadiah untukmu. Semoga kau menyukainya.
Ucap Flower dalam hati membaca isi pesan yang Malik kirimkan. Flower pun turut membuka foto yang Malik kirimkan yang memperlihatkan dua buah kotak yang diberikan pria asing tadi kepadanya.
"Ternyata benar jika kotak itu dari Malik." Tanpa sadar Flower tersenyum merasa senang mendapatkan makanan dari suaminya itu. "Hadiah? Hadiah apa yang dia maksud?" Flower pun teringat isi pesan Malik yang mengatakan sebuah hadiah.
Buru-buru Flower keluar dari dalam kamar menuju ruang tamu untuk melihat isi kotak kedua yang tadi belum sempat ia lihat.
Deg
Flower benar-benar dibuat tertegun melihat isi kotak kedua yang berisi sebuah kotak kecil bewarna merah di dalamnya. Flower segera membuka kotak kecil itu dan semakin tertegun melihat sebuah cincin di dalamnya.
"Bukankah cincin ini yang pernah aku inginkan saat itu?" Ucap Flower sambil mengingat keinginannya satu bulan lalu yang sangat menginginkan cincin di tangannya saat ini.
"Bagaimana Malik bisa tahu jika aku sangat menginginkannya?" Flower dibuat berkaca-kaca. Seingatnya waktu itu Malik hanya mendengar pembicaraannya dengan Mommnynya jika ia sangat menginginkan sebuah cincin keluaran terbaru yang ditawarkan oleh temannya.
"Malik... terima kasih. Tapi apa kau ada uang untuk membeli ini semua?" Tanya Flower dengan wajah bersedih.
***