One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tidak sadar diikuti


"Apa kau senang mendengarnya?" Tanya Malik yang ikut tersenyum.


Flower mengangguk-anggukkan kepalanya. "Sangat senang." Jawabnya masih malu-malu.


Malik tersenyum lalu kembali fokus pada jalanan di depannya.


"Apa itu berarti kau mencintai aku dan Baby?" Tanya Flower memastikan kembali.


"Aku tidak ingin mengulangi perkataan yang sama. Aku rasa kau sudah mengerti apa yang aku katakan tadi." Jawab Malik.


Flower memanyunkan bibirnya. Padahal ia masih menginginkan Malik mengatakan cinta kepadanya tapi pria itu sudah lebih dulu menolak permintaannya.


Malik pun menggenggam tangan istrinya melihat Flower yang merajuk kembali. "Aku rasa kau lebih membutuhkan sebuah pembuktian cinta dari pada kata cinta itu sendiri. Percuma saja jika aku sering mengatakan cinta kepadamu tapi kau tidak merasakan jika aku mencintaimu." Ucap Malik lembut.


Flower menahan senyum mendengarnya. Beberapa bulan terakhir ini ia memang merasakan jika Malik mencintainya dari banyaknya perhatian dan kasih sayang yang pria itu berikan pada dirinya dan calon putri mereka.


"Apa kau tahu DDM?" Tanya Flower setelah cukup lama terdiam.


Malik mengerutkan keningnya. "Apa itu?" Tanyanya.


"Diam-diam manis." Jawab Flower lalu memalingkan wajahnya ke samping. Merasa malu dengan apa yang ia katakan pada Malik.


Malik tersenyum mendengarnya. "Apa aku manis? Apa kau baru menyadarinya?" Tanya Malik.


Flower masih memalingkan wajahnya merasa tak sanggup jika harus menatap wajah Malik.


"Flow?" Ucap Malik lagi karena Flower hanya diam saja.


"Jika kau sudah tahu jawabannya maka tidak usah bertanya lagi." Jawab Flower malu-malu.


"Ternyata selama ini kau diam-diam memuji ketampananku, ya?" Goda Malik.


Flower seketika menatap pada Malik. "Tidak seperti itu." Jawabnya cepat tak ingin Malik besar kepala.


"Emh, ya. Tentu saja benar." Jawab Flower.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Malik mengakhiri percakapan mereka.


Flower pun memilih diam saja dan menikmati perjalanan menuju mall dengan menahan rasa senang di dalam hatinya. Akhirnya kini tanda tanya kepada suaminya terjawab sudah. Malik mencintainya begitu pun dengan dirinya yang baru menyadari jika ia mencintai Malik.


"Apa begini rasanya jika merasa dicintai? Rasanya lebih bahagia dibandingkan jika aku yang mencintai." Ucap Flower pelan hingga Malik tidak dapat mendengarnya.


Jika diingat-ingat kembali selama ini ia lebih banyak menghabiskan waktu dengan mencintai Rey tanpa perduli jika pria itu tidak mencintainya. Selama ini ia sudah banyak membuang-buang waktu dengan mencintai jodoh orang lain. Agh, jika mengingat kebodohannya saat mencintai Rey rasanya Flower sangat malu saat ini.


Tiga puluh menit berlalu, kini Flower dan Malik telah tiba di sebuah mall yang cukup ternama di kotanya. Flower dan Malik masuk ke dalam mall sambil bergandengan tangan seolah tidak ingin terpisahkan.


Seseorang yang sejak tadi mengikuti pergerakan mereka pun turut mengikuti langkah Malik dan Flower dari jarak aman.


"Apa kita langsung membeli perlengkapan Baby saja?" Tanya Flower.


"Sebaiknya kita makan dulu. Kau tidak akan fokus berbelanja jika perutmu belum terisi makanan." Jawab Malik karena tadi Flower hanya memakan es krim saja.


"Baiklah. Kalau begitu kita makan dulu saja. Bagaimana agar tidak terlalu lama kita makan di tempat cepat saji saja?" Tawar Flower.


Malik menggelengkan kepalanya. "Aku yang akan menentukan tempatnya." Jawab Malik.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗