
Dua puluh lima menit berlalu, akhirnya mobil milik Malik pun telah sampai di parkiran hotel Dharma. Malik segera keluar dari dalam mobil dan membantu Flower turun dari dalam mobil.
"Ada apa?" Tanya Malik saat melihat Flower menyerngitkan keningnya setelah keluar dari dalam mobil.
"Tidak apa-apa. Aku hanya merasa kesulitan membawa tubuhku semenjak hamil besar." Jawab Flower.
Malik merasa kasihan pada istrinya itu. Ia pun mengulurkan tangannya ke arah perut Flower lalu mengusapnya. "Baik-baik di dalam perut Mommy, Baby." Ucap Malik pada janin Flower:
Flower tersenyum mendengarnya. "Iya, Daddy. Asal Daddy sering membelikan es krim untukku aku akan menjadi anak yang baik dalam perut Mommy." Jawab Flower menirukan suara anak kecil.
Malik tersenyum tipis mendengarnya. Senyuman yang kembali membuat Flower hampir meleleh karenanya.
"Tunggulah sebentar. Aku ingin mengeluarkan tas dari dalam mobil." Ucap Malik.
Flower mengangguk saja dan membiarkan suaminya itu mengambil tas mereka dari dalam mobil. Setelahnya Malik pun membawa Flower masuk ke dalam hotel.
"Tunggulah di sini aku akan memesan kamar untuk kita." Ucap Malik.
Flower mengangguk saja lalu menjatuhkan bokongnya di kursi tunggu. Setelahnya Malik pun menuju resepsionis untuk memesan kamar. Tidak membutuhkan waktu lama Malik telah kembali dan membawa Flower menuju kamar yang sudah ia pesan.
"Sepertinya akan menyenangkan menginap di hotel ini selama tiga hari." Ucap Flower tersenyum menatap pada Malik.
Malik turut tersenyum tipis lalu merangkuh pinggang Flower. Tentu saja pergerakan Malik tersebut membuat Flower terkejut dan kini tubuhnya menjadi tegang. Malik yang sepertinya tidak memperdulikan ketegangan Flower saat ini pun mengusap-usap pinggang Flower yang membuat tubuh Flower meremang terlebih hanya ada mereka berdua yang kini berada di dalam lift.
Untung saja tak berselang lama pintu lift terbuka dan Malik pun melepas rengkuhannya di pinggang Flower.
Huh, kenapa dia seperti pria me-sum tadi. Ucap Flower dalam hati.
Saat ini Flower dan Malik sudah berada di dalam kamar yang menjadi tempat penginapan mereka. Flower dibuat begitu senang menatap keindahan di dalam kamarnya. Pun dengan pemandangan di luar kamar penginapan mereka. Layaknya orang yang tidak sabar, Flower segera beranjak menuju jendela untuk menatap pemandangan di luar kamar mereka.
Deg
Jantung Flower dibuat berdebar-debar mendengarnya. Dengan perlahan Flower pun membalikkan tubuhnya hingga kini matanya dapat melihat dengan jelas wajah tampan Malik.
"Apa kau menyukainya?" Ulang Malik lembut sambil menatap intens kedua bola mata istrinya.
"Emh, ya. Aku menyukainya." Jawab Flower sedikit terbata.
Malik tersenyum tipis mendengarnya. "Apa yang membuatmu senang? Apa hanya karena kamar ini saja?" Tanya Malik.
Flower pun menggelengkan kepalanya. "Karena juga ada dirimu." Jawab Flower malu-malu.
Malik tak melepaskan pandangan matanya dari wajah cantik istrinya. "Karena ada diriku?" Ulang Malik.
Flower menganggukkan kepalanya sambil menahan malu.
"Kenapa bisa begitu?" Tanya Malik.
"Karena aku senang ada dirimu di sini bersamaku." Jawab Flower jujur.
Malik terdiam. Wajahnya yang tadinya tersenyum tipi kini tersenyum cukup lebar hingga Flower semakin dibuat meleleh melihatnya.
"Apa kau juga menyukai jika aku tersenyum seperti ini?" Tanya Malik sambil mendekatkan wajahnya pada wajah Flower.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗