One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tugas baru Bobby


"Semoga saja." Emila turut mengaminkan doa terbaik ibunya untuk dirinya.


Walau mendapatkan perlakuan yang sangat baik dari Bu Selvy namun tak membuat Emila jadi besar kepala dan memanfaatkan kebaikan Bu Selvy kepadanya. Emila terus menanamkan dalam pemikirannya jika Bu Selvy memang baik dan bukan hanya pada dirinya saja.


Setelah cukup berbincang dengan ibunya, Emila pun berpamitan untuk mengganti pakaiannya lebih dulu. Dan seperti biasa Bu Asma selalu mengatakan agar Emila istirahat saja biar dirinya sendiri saja yang memasak untuk makan malam mereka. Namun bukan Emila namanya jika menurut perkataan ibunya karena ia tidak ingin wanita yang sudah melahirkannya itu merasa repot dan kelelahan.


*


Usia kandungan Flower kini sudah memasuki tujuh bulan, di kehamilannya yang sudah memasuki trimester ketiga tak lagi membuatnya menginginkan hal-hal di luar nalar Malik sebagai seorang manusia. Tentu saja perubahan sikap Flower saat ini membuat Dad William dan Malik merasa senang karena tak lagi dikerjai oleh ibu hamil itu.


Walau pun sudah tak lagi mengidamkan hal yang tidak-tidak, namun Flower kini berubah semakin manja dengan Malik seperti saat hamil Baby dulu. Setiap harinya ia selalu ingin Malik mengajaknya keluar berdua bahkan tak jarang meminta Malik membawanya ke perusahaan karen Flower selalu saja berpikir buruk jika Liza masih mencuri perhatian suaminya.


Sikap Flower yang seperti itu tidak dipermasalahkan oleh Rey sebagai pemilik perusahaan. Ia membiarkan Flower datang ke perusahaannya karena wanita itu tidak pernah berbuat onar bahkan tidak pernah mengganggu Malik yang sedang bekerja. Flower hanya datang dan duduk diam di ruangan Malik dan sesekali memilih tidur di kamar kecil yang tersedia di dalam ruangan kerja Malik.


Dan hari itu, Flower memilih tidak ikut dengan Malik ke perusahaan Bagaskara karena dirinya merasa lelah setelah tadi malam mendominasi permainan jungkat-jungkit bersama suaminya. Walau tidak datang ke perusahaan, tapi Flower selalu mencari cara agar pergerakan suaminya terpantau oleh kedua matanya lewat orang suruhannya.


"Bobby, apa wanita dedemit itu menggoda suamiku pagi ini?" Tanya Flower pada pengawal pribadi keluarga Bagaskara.


"Tidak, Nona. Nona Liza bekerja dengan semestinya." Jawab Bobby.


"Apa kau yakin?" Flower tak percaya begitu saja. Ia masih saja menaruh rasa curiga. Pokoknya ia tidak ingin Liza mendekati suaminya.


"Baiklah, jangan lupa terus awasi wanita itu. Jangan sampai dia mencari celah untuk mendekati suamiku." Pesan Flower sebelum mematikan sambungan telefonnya.


"Baik, Nona." Jawab Bobby lalu panggilan pun terputus begitu saja. Bukan Flower yang mematikannya, justru Bobby.


"Ck. Sopan sekali dia. Sudah lebih tiga kali dia yang mematikan sambungan telefonnya. Harusnya aku yang mematikannya bukan dia!" Gerutu Flower. Walau merasa kesal dengan sikap Bobby, namun Flower juga merasa berterima kasih pada Bobby karena sudah mau menjaga suaminya dari wanita penggoda seperti Liza.


Bagaimana tidak, kemana pun Malik pergi bersama Liza pria yang berstatus pengawal itu pasti ikut dan mencari cara agar Liza tidak bisa berdekatan dengan Malik. Tak jarang sikap Bobby tersebut membuat Liza menjadi kesal kepadanya dan berujung perdebatan di antara mereka.


"Flower, kenapa kau manyun seperti itu?" Tanya Mom Rania yang baru saja keluar dari dalam lift sambil menggendong Baby.


***


Sebelum lanjut, Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗