
Di saat akhir pekan telah tiba, Emila pun langsung melakukan rencananya yang ingin berkunjung ke kediaman Bu Venna. Tentu saja sebelum masuk ke kediaman Bu Venna, Emila memastikan lebih dulu jika tidak ada Malik dan istrinya di kediaman Bu Venna.
Tok
Tok
Tok
Emila mengetuk pintu rumah Bu Venna. Tak berselang lama Bu Venna pun membuka pintu rumahnya dan dibuat terkejut melihat kehadiran Emila di sana.
"Emila?" Ucap Bu Venna dengan wajah terkejutnya.
"Tante." Seperti Biasa Emila mengulurkan tangan pada Bu Venna dan memeluknya barang sejenak. "Sudah lama sekali rasanya kita tidak bertemu." Ucap Emila seraya tersenyum.
Bu Venna ikut tersenyum dengan kaku. "Ayo silahkan masuk." Ajak Bu Venna. Walau sedang berusaha menjauhi Emila namun tidak mungkin ia mau mengusir tamunya bukan?
Emil tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam rumah bersama Bu Venna.
Bu Venna menuntun Emila untuk duduk di sofa lalu berpamitan sejenak membuatkan minum untuk Emila.
"Lama sudah tidak datang ke sini sepertinya rumah Tante sudah banyak yang berubah." Komentar Emila setelah menatap beberapa perabotan di rumah Bu Venna yang banyak sudah berganti termasuk sofa yang sedang didudukinya.
Beberapa menit berlalu, Bu Venna nampak telah kembali sambil membawa minuman dan cemilan di atas nampak.
"Diminum dulu." Ucap Bu Venna setelah menghidangkan minuman di depan Emila.
Emila mengangguk mengiyakannya lalu meneguk sedikit air minum yang diberikan Bu Venna.
Bu Venna pun memilih diam membiarkan Emila membuka percakapan di antara mereka. Setelah cukup lama terdiam, akhirnya Emila pun angkat bicara.
"Kenapa Mila merasa akhir-akhir ini Tante menjauhi Mila? Tante bahkan tidak pernah membalas pesan yang Mila kirimkan termasuk pesan permintaan Emila yang ingin datang ke sini." Ucap Emila.
Bu Venna menatap datar pada Emila. "Maaf, akhir-akhir ini Tante sangat sibuk di sekolah." Jawab Bu Venna seadanya.
"Oh seperti itu..." jawab Emila kemudian lalu mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Oh ya, Tante, bagaimana keadaan Tante saat ini?" Tanya Emila sekedar basa-basi.
"Seperti yang kau lihat, Tante sehat." Jawab Bu Venna.
"Syukurlah kalau begitu." Emila tersenyum. Pun dengan Bu Venna yang ikut tersenyum membalas senyumannya.
"Oh iya, apa Tante sudah menyampaikan pada Flower tentang apa yang Emila sampaikan waktu itu?" Tanya Emila.
Bu Venna menggelengkan kepalanya. "Tante memilih tidak mempertanyakannya atau melabraknya." Jawabnya seadanya.
"Loh, kenapa begitu, Tante? Dia sudah berniat menduakan Malik dengan datang mencari pria lain ke perusahaan tempat Emila bekerja." Emila kembali berusaha mengompori Bu Venna.
Bu Venna menggelengkan kepalanya. Ingin sekali ia mengatakan jika perusahaan Arnold adalah perusahaan milik orang tua Flower namun niat itu ia urungkan karena itu bukanlah haknya memberi tahu. Biarkan saja Emila tahu sendiri nantinya, pikirnya.
"Tante?" Emila kembali bersuara karena Bu Venna hanya diam saja.
"Maafkan, Tante, Mila. Tante memilih berdamai dengan Flower dan tidak mau lagi mencari masalah dengannya." Jawab Bu Venna pada akhirnya.
"Apa?" Emila tentu saja dibuat terkejut mendengarnya. "Tante jangan bercanda? Tante tahu jelas jika dia bukanlah wanita yang baik untuk Malik." Lanjutnya kemudian.
"Lalu siapa wanita yang baik untuk Malik?" Tanya Bu Venna dengan memasang wajah datar dan dinginnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗