
"Kenapa kau berpikiran buruk seperti itu?" Tanya Mom Rania.
"Tentu saja Flower berpikiran seperti itu. Mommy tahu jelas jika Daddy masih marah pada Flower bahkan tidak ingin melihat keberadaan Flower. Tapi kenapa Mommy mengajak Flower bertemu dengan Daddy? Tentu saja melihat keberadaan Flower nantinya membuat Daddy menjadi kesal." Jawab Flower. Kedua bola matanya nampak berkaca-kaca setelah mengatakannya.
Mom Rania tertegun mendengarnya. Ia tidak menyangka jika Flower masih berpikiran jika William masih marah kepadanya bahkan tak menganggapnya ada. Mom Rania pun tak mempermasalahkan pemikiran Flower saat ini karena semua itu terjadi karena perubahan sikap William kepada putrinya.
"Sudahlah, jangan berpikiran yang macam-macam. Sekarang ayo turun dari dalam mobil dan temani Mommy mengantarkan makan siang untuk Daddymu." Ajak Mom Rania.
Flower seketika menggelengkan kepalanya tanda penolakan. "Flower tidak mau. Jika Mommy ingin mengantarkan makan siang untuk Daddy maka pergilah sendiri, Mom." Jawab Flower.
"Flower..." Mom Rania menekan perkataanya. Melihat wajah tak bersahabat Mommynya membuat Flower takut hingga akhirnya memilih mengikuti permintaan Mom Rania untuk turun dari dalam mobil.
Flower terkejut saat Mom Rania membuka pintu belakang mobil dan mengeluarkan sebuah rantang dari sana.
"Kenapa aku tidak sadar jika tadi Mommy membawa bekal makanan untuk Daddy?" Gumam Flower.
Mom Rania pun menuntut Flower untuk masuk ke dalam perusahaan. Perasaan gugup mulai menguasai diri Flower karena merasa takut dengan reaksi Daddynya nanti saat melihat kedatangannya.
Kedatangan Flower ke dalam perusahaan pun disambut dengan senyuman manis di wajah karyawan Daddynya karena mereka sudah tahu betul siapa Flower. Flower pun membalas senyuman dan sapaan para karyawan Daddynya dengan senyuman manis di wajah cantiknya.
"Mommy tunggu dulu!" Flower menahan tangan Mom Rania saat hendak masuk ke dalam lift.
"Ada apa, Flow?" Tanya Mom Rania.
"Flow sudah menuruti permintaan Mommy untuk masuk ke dalam perusahaan. Dan sekarang Flow minta jangan paksa Flow untuk ikut naik ke ruangan Daddy. Flow akan menunggu Mommy di loby saja." Ucap Flower tegas.
"Jangan memaksa Flower, Mom. Flow tidak ingin Daddy memperlihatkan wajah tidak sukanya nanti pada Flow. Tolong sekali ini saja." Nada suara Flower berubah rendah setelah mengatakannya.
Mom Rania menghela nafas. Karena tak ingin membuat Flower tertekan dengan kondisinya yang sedang hamil membuat Mom Rania mengangguk saja dan meminta Flower untuk menunggunya di ruang tunggu loby.
Flower pun merasa lega karena Mom Rania mau mengerti dengan keinginannya. Ia pun segera melangkah ke arah ruang tunggu untuk menunggu Mom Rania di sana.
Pada saat Flower baru saja duduk di atas sofa dan hendak mengeluarkan ponselnya, seseorang yang baru saja keluar dari dalam kamar mandi nampak berjalan menghampirinya.
"Flower." Ucap suara seorang wanita yang terdengar tidak asing di telinganya.
"Kau!" Flower merasa terkejut melihat sosok di depannya saat ini.
"Sedang apa kau di sini?" Tanya wanita itu pada Flower.
Flower mendecakkan lidahnya. "Itu bukan urusanmu." Jawab Flower. Ingin sekali Flower mempertanyakan juga untuk apa wanita itu ada di perusahaan Daddynya saat ini. Namun Flower memilih tak mempertanyakannya karena ia sudah merasa mual melihat wajah wanita itu.
"Ck. Kau pasti ingin membuat keributan di sini bukan?" Tanya wanita itu dengan ketus.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗