One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Pembalasan dari cucu


Sambil menunggu Flower dan Babynya dipindahkan ke ruangan perawatan, Mom Rania mengajak Dad William untuk mengobati bekas gigitan dan cakaran Flower di tubuh suaminya agar tidak infeksi. Dad William pun menurut saja karena ia meras memang membutuhkannya. Terlebih luka akibat gigitan dan cakaran Flower kini terasa sakit di tubuhnya.


"Putrimu itu benar-benar bar-bar." Ucap Dad William sambil meringis saat perawat membantu membersihkan luka di lengan Dad William.


"Tentu saja. Dia sama seperti diriku." Jawab Mom Rania bangga. Mom Rania ingat saat melahirkan dulu ia juga menyiksa Dad William seperti yang Flower lakukan tadi.


Dad William mendengus mendengarnya. "Tapi kenapa Flower hanya mau menggigitku sedangkan denganmu sebaliknya." Ucap Dad William bingung.


"Itu karena Baby mereka ingin balas dendam kepadamu karena sejak awal menikah kau sudah tidak mengizinkan Flower tinggal di rumah kita dan mengabaikannya." Sindir Mom Rania.


Dad William menghela nafas sesaat. "Kau tahu apa yang aku lakukan itu demi kebaikan Flower." Ucap Dad William.


"Aku tahu tapi kau terlalu lama mengabaikannya padahal saat itu Flower sudah berubah dan jauh lebih baik. Sekarang rasakan saja pembalasan dari cucu kita untukmu." Ucap Mom Rania ketus.


Dad William memilih diam saja karena tidak ingin terkena amukan lanjutan dari istrinya itu. Perawat yang mendengarkan perdebatan seorang kakek dan nenek baru itu hanya tersenyum saja karena menurutnya apa yang dilihat dan didengarnya sangat lucu.


Setelah selesai membersihkan lukanya, Dad William dan Mom Rania pun keluar dari dalam ruangan dan kembali ke arah ruangan persalinan Flower.


"Apa kau sadar dengan penampilan kita saat ini?" Tanya Mom Rania sambil tersenyum menyadari penampilan mereka saat ini yang masih menggunakan pakaian tidur.


Dad William pun sontak menatap pada pakaian yang dikenakannya. "Ini sungguh menggelikan. Untuk pertama kalinya aku berpakaian piyama pergi ke rumah sakit." Jawab Dad William.


Mom Rania tertawa kecil. "Putri kesayanganmu itu benar-benar membuat kita menjadi panik dan membuatmu kehilangan akal sehatmu." Sindiri Mom Rania di akhir ucapannya.


"Maksudmu?" Dad William berpura-pura tidak tahu. Ia tidak mungkin mau mengakui kebodohannya saat melihat Flower yang tengah kesakitan tadi di dalam kamarnya.


Mendengar suara tawa istrinya membuat Dad WilliM sebal dan mengejar langkah istrinya.


Sementara di dalam ruangan persalinan, Flower nampak tersenyum menatap penampilan suaminya saat ini.


"Malik, apa kau tadi tidak berniat mengganti pakaianmu lebih dulu sebelum berangkat ke sini?" Tanya Flwoer dengan tersenyum.


"Maksudmu?" Malik yang tidak mengerti maksud perkataan Flower pun mengkerutkan keningnya karena bingung.


"Lihatlah. Kau masih menggunakan piyama ungu yang kembar dengaku. Sungguh lucu." Ucap Flower.


"Apa?" Malik pun sontak menatap pada pakaian yang sedang ia kenakan. Kedua matanya pun akhirnya membola sempurna menyadari jika saat ini ia masih menggunakan piyama bewarna ungu yang dimasukkan istrinya ke dalam kopernya tanpa sepengetahuannya.


Para perawat yang mendengarkan percakapan Flower dan Malik pun saling menahan tawa karena sejak tadi mereka sudah merasa lucu melihat penampilan Malik untuk pertama kalinya menggunakan piyama.


"Oh astaga..." Malik menggeleng-gelengkan kepalanya. Rasa paniknya terhadap istrinya membuatnya tidak bisa berpikir ke hal lain hingga tak menyadari jika selama dalam perjalanan tadi sampai saat ini ia masih menggunakan piyama.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗