One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Ada yang mengikuti


"Sepertinya belum. Aku belum berdiskusi dengan Malik untuk itu. Tapi sepertinya jika kita melihat saja tidak masalah." Ucap Flower yang seolah mengerti apa yang ada di dalam pemikiran Andini saat ini.


"Baiklah, kalau begitu ayo kita masuk." Ajak Andini dan Flower pun mengangguk sebagai jawaban.


Seseorang yang selalu mengikuti pergerakan Flower pun turut mengikuti langkah mereka masuk ke dalam toko perlengkapan bayi tanpa sepengetahuan Flower dan Andini. Dan lagi saat tengah melihat barang-barang perlengkapan bayi Flower merasa ada sosok yang selalu memperhatikannya.


"Andini, sepertinya jadwal film yang akan kita tonton sebentar lagi akan dimulai. Bagaimana kalau kita langsung ke ruangan bioskop saja dan menunggu jadwal film dimulai di ruang tunggu bioskop." Ajak Flower.


Andini melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. "Baiklah, kalau begitu ayo kita pergi." Jawabnya kemudian.


Flower mengiyakannya lalu melangkah lebar keluar dari toko perlengkapan bayi.


"Flower, jangan berjalan terburu-buru." Andini berusaha memperingati Flower yang berjalan lebih cepat darinya.


Flower pun langsung memperlambat langkahnya. "Andini, aku sungguh tidak apa-apa saat ini. Tapi bisakah kita lebih cepat untuk sampai di ruang tunggu bioskop? Aku merasa tidak aman saat ini." Bisik Flower.


Andini pun akhirnya mengangguk mengiyakannya dan melangkah lebar mengikuti Flower. Walau ia merasa penasaran ada apa dengan Flower saat ini namun Andini memilih bertanya di saat mereka sudah berada di dalam ruangan bioskop saja.


Beberapa saat berlalu, akhirnya Andini dan Flower sudah berada di ruang tunggu bioskop. Dan langsung saja tanpa basa-basi Andini mempertanyakan ada apa dengan Flower saat ini hingga ia bersikap aneh seperti tadi.


"Andini, entah mengapa aku merasa ada yang mengikuti kita sejak masuk ke dalam mall tadi." Ucap Flower pada akhirnya.


"Apa? Siapa yang mengikuti kita?" Tanya Andini bingung.


Andini pun sontak menatap ke sekitarnya. Tidak terlihat satu pun orang yang terlihat mencurigakan di matanya.


"Flower, kita bisa pulang saja jika kau merasa tidak aman." Ajak Andini.


Flower seketika menggeleng. "Tidak perlu. Kita di sini saja. Aku akan menghubungi suamiku untuk menjemput kita nanti." Ucap Flower. Ia memilih dijemput Malik saja dari pada merasa tidak aman seperti saat ini.


"Baiklah kalau begitu." Ucap Andini.


Di saat Flower tengah menghubungi Malik untuk datang menjemput mereka nanti di saat yang sama Malik tengah berbicara dengan ibunya hingga ia mengabaikan panggilan dari istrinya itu. Malik memilih menyelesaikan masalahnya dengan ibunya lebih dulu agar ibunya tahu kesalahan yang telah ia perbuat beberapa waktu lalu.


"Ibu tahu pasti otakmu saat ini sudah dicuci oleh wanita itu hingga kau tidak mau percaya dengan ibumu sendiri." Ucap Bu Venna merasa marah pada Malik.


"Flower tidak seperti yang Ibu pikirkan. Dia bahkan sampai saat ini tidak pernah menjelekkan Ibu di depan Malik." Tekan Malik.


Bu Venna menggelengkan kepalanya tanda tidak percaya. "Ibu tahu istrimu itu pasti tidak menyukai Ibu hingga dia berniat menjauhkan Ibu darimu." Tekan Bu Venna.


"Bukankah apa yang Ibu katakan adalah sebaliknya? Bukankah Ibu yang tidak menyukai istriku hingga berbuat dan bersikap buruk padanya?" Malik kembali menekan perkataannya. Sungguh ia dibuat tak habis pikir dengan ibunya saat ini yang tidak mau mengakui kesalahannya justru membalikkan fakta untuk istrinya.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗