One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Makan malam mewah


Sore itu setelah Malik selesai membersihkan tubuhnya Flower langsung menanyakan apa yang mengganjal dalam hatinya sejak tadi pagi.


"Kenapa kau memilih mengajakku tinggal di sini dibandingkan tinggal di apartemen? Seingatku dulu kau tinggal di apartemen bukan di perumahan seperti inu." Ucap Flower.


"Kenapa kau terlihat begitu penasaran?" Bukannya menjawab Malik justru balik bertanya.


"Bisakah kau untuk menjawab pertanyaanku saja bukan balik bertanya?" Ucap Flower kesal.


"Tidak." Jawab Malik singkat lalu melangkah ke arah meja rias untuk menyisir rambutnya di sana.


"Dia itu sungguh menyebalkan!" Gerutu Flower pelan. Flower pun memilih keluar dari dalam kamar dan duduk di ruang tamu dari pada harus berdekatan dengan Malik yang membuatnya kesal karena tidak mau menjawab pertanyaannya.


"Malam ini aku akan mengajakmu makan malam di luar." Ucap Malik setelah keluar dari dalam kamar dan menghampiri Flower di ruang tamu.


"Tumben sekali." Jawab Flower masih memasang wajah kesal pada Malik.


"Karena aku ingin mengajak anakku berjalan-jalan malam ini." Jawab Malik singkat.


"Ck. Bilang saja jika kau ingin berjalan-jalan bersamaku."


"Aku tidak mengatakannya." Jawab Malik dengan datar.


"Terserah aku saja." Ucap Flower yang sudah malas untuk berdebat.


Malik mengangguk saja lalu memainkan ponselnya.


Flower pun turut melakukan hal yang sama. Tiba-tiba saja terlintas di pemikiran Flower untuk mencari akun sosial media suami datarnya itu.


"Apa kau tidak memiliki sosmed?" Tanya Flower karena tidak kunjung menemukan nama akun suaminya.


"Tidak." Jawab Malik tanpa menatap pada Flower.


"Hidupmu terlalu datar sama seperti wajahmu." Sindir Flower.


"Benarkah begitu?" Malik balik bertanya tanpa menatap Flower.


"Entah." Jawab Flower dengan malas.


Tanpa terasa waktu pun sudah berputar di pukul tujuh malam. Sesuai dengan perkataan Malik tadi sore, Malik dan Flower kini nampak telah siap untuk pergi ke luar untuk makan malam bersama di luar.


"Kita ingin makan dimana? Jangan bilang jika kau ingin mengajakku makan di warung makan yang ada di dekat sini?" Tanya Flower setelah berada di dalam perjalanan.


Malik memilih diam dan fokus pada kemudinya.


Setengah jam kurang berlalu, mobil milik Malik pun berhenti tepat di restoran mewah yang cukup terkenal di kotanya.


"Ayo turun." Ajak Malik pada Flower.


"Ka-kau mengajakku makan di sini?" Tanya Flower dengan mata berkedip-kedip.


"Turunlah." Ucap Malik tanpa menjawab pertanyaan Flower.


Flower pun menurut dengan turun dari dalam mobil.


Di depan pintu masuk dua orang pelayan nampak menyambut kedatangan Flower dan Malik.


"Selamat datang Tuan Malik, Nona Flower." Sapa mereka ramah secara berbarengan.


Malik mengangguk mengiyakannya sedangkan Flower tertegun di tempatnya melihat pelayan itu begitu ramah dengan Malik.


"Malik... kau benar-benar mengajakku makan di sini?" Ulang Flower saat mereka sudah duduk di kursi yang telah disiapkan oleh pelayan.


"Menurutmu?" Jawab Malik sambil mengangkat sebelah alis tebalnya.


"Tapi kenapa mereka terlihat begitu hormat kepadamu? Apa mereka adalah teman-temanmu?" Tanya Flower sedikit pelan.


Malik mengangguk saja mengiyakan perkataan Flower karena ia tidak ingin menjawab pertanyaan Flower lebih jauh.


"Tumben sekali kau mau bersikap royal seperti ini? Apa kau tidak takut uangmu akan habis?" Flower tak henti bertanya pada Malik.


***