
Suasana haru yang dirasakan semua orang mendengarkan permintaan maaf dari Flower akhirnya sirna sudah mendengarkan perkataan Dad William.
"Kau bilang apa tadi? Flow menjambak dan menggigitmu saat kontraksi?" Tanya Gerry dengan wajah menahan tawa.
William masih memasang wajah sebal pun mengangguk mengiyakannya.
"Hahaha..." Gerry tertawa-tawa mendengarkannya. "Sungguh kasihan sekali. Menjadi pelampiasan istri saat hendak melahirkan dan sekarang kau kembali merasakannya saat anakmu melahirkan." Gerry semakin tertawa mengejek derita sahabat baiknya itu.
"Kau..." William dibuat geram mendengarkan suara tawa dari Gerry.
Kyara yang mendengarkan suaminya tertawa cukup keras pun memukul lengan Gerry untuk menyadarkannya jika ada bayi di antara mereka.
Menyadari jika ada bayi mungil di antara mereka membuat tawa Gerry terhenti. "Sungguh kasihan sekali dirimu." Ucap Gerry kemdudian dengan menahan tawa.
"Berani sekali kau mengejekku seperti itu? Apa kau lupa jika kau juga memiliki seorang anak perempuan dan mungkin saja kau juga merasakannya saat Rachel melahirkan suatu saat ini." Ucap William ketus.
Gerry terdiam dan meresapi perkataan William. Sahabatnya itu benar jika mungkin saja ia juga terkena imbas dari putrinya yang hendak melahirkan suatu saat nanti. "Itu belum pasti terjadi." Ucap Gerry kemudian sambil berharap dalam hati ia tidak akan merasakannya.
"Aku doakan agar itu semua akan terjadi." Ucap William yang merasa kesal diejek oleh sahabat baiknya itu
"Sudah, sudah. Kalian ini sudah semakin tua tapi sikap kalian masih seperti anak kecil saja." Mom Rania menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap suami dan suami sahabat baiknya yang sampai saat ini tidak berubah. Masih suka meledek satu sama lain.
Gerry dan William pun terdiam. Kyara yang melihatnya pun hanya bisa menggeleng tanpa berniat ikut bersuara.
Tak lama sebuah pertanyaan muncul dari mulut Bu Venna yang sejak tadi hanya diam saja menatap interaksi orang-orang di sekitarnya.
"Oh iya, apa kalian sudah memberi nama bayi kalian?" Tanya Bu Venna pada Flower dan Malik.
"Sudah, Ibu. Sejak masih kecil di dalam kandungan Flower sudah memberikan nama untuknya bahkan Ibu, Mommy, Daddy dan yang lainnya sudah mengetahui siapa namanya." Jawab Flower.
"Apa? Ibu tidak tahu." Jawab Bu Venna bingung.
Mom Rania pun ikut menimpalinya jika ia juga tidak tahu siapa nama bayi Flower dan Malik.
Melihat semua orang yang nampak bingung membuat Flower menghela nafas panjang. "Nama bayi cantik kami ini adalah Baby. Bukankah Flow sering menyebutkan namanya di depan Mommya, Daddy dan Ibu juga?" Tanya Flower.
"Apa? Baby? Jadi Baby itu adalah nama bayi kita?" Malik yang tidak mengetahui maksud istrinya selama ini pun terkejut mendengarnya.
"Tentu saja. Lalu kau pikir apa?" Wajah Flower berubah sebal. Bagaimana suaminya sendiri tidak mengetahui siapa nama bayi mereka padahal ia sering menyebutkannya.
Tak ingin membuat istrinya yang baru saja melahirkan bertambah kesal, Malik memilih meminta maaf dan menyebutkan jika nama Baby adalah nama terbaik untuk bayi mereka.
Sedangkan Mom Rania dibuat tak habis pikir bagaimana putrinya bisa memberikan nama semudah itu untuk putri kecil mereka tanpa sepengetahuan suaminya. Pantas saja setiap ditanyakan apakah Flower sudah menyiapkan nama untuk anaknya Flower selalu menjawab jika anaknya sudah memiliki nama sejak berada di dalam kandungannya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗