One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kacang lupa kulitnya


Flower pun dapat menjawab jika memang Maliklah yang membuatkan sarapan dan susu hamil itu untuknya karena tidak ada lagi orang yang berada di dalam rumah selain mereka berdua. Aroma nasi goreng yang mulai menyerbak masuk ke dalam indera penciumannya membuat Flower merasa tergoda untuk memakannya.


"Tunggu sebentar. Aku belum menggosok gigi." Ucap Flower lalu bergegas ke kamar untuk menggosok gigi dan membasuh wajahnya lebih dulu. Setelah siap Flower pun kembali ke meja makan dan memakan nasi goreng yang dibuatkan Malik untuknya.


"Nasinya enak sekali." Puji Flower sambil terus menyuapkan nasi goreng ke dalam mulutnya. Tidak dapat Flower pungkiri jika nasi goreng buatan Malik tak kalah enak dengan nasi goreng buatan Mom Rania. Flower pun memakan nasi gorengnya dengan lahap sampai tak menyadari jika kini nasi gorengnya sudah habis tak tersisa bahkan ia tidak merasakan mual seperti biasanya saat ia sedang makan di rumahnya.


"Apa aku harus meminum susu hamil ini?" Tanya Flower menatap susu hamil di depannya. Mengingat jika kini ada janin yang sedang bersemayam di dalam tubuhnya membuat Flower segera meminum susu hamil itu hingga habis tak tersisa.


"Ternyata aku tidak terlalu hidup menderita di sini. Setidaknya dia masih memberikan makanan yang layak untuk aku makan." Ucap Flower sambil mengusap perutnya yang sedikit membuncit karena telah terisi makanan dan susu hamil.


Setelah selesai dengan urusannya di dapur, Flower pun beranjak untuk kembali ke dalam kamarnya. Diambilnya ponselnya yang berada di atas nakas lalu dihidupkan data selulernya yang sejak tadi malam ia matikan.


Ting


Ting


Ting


Terdengar banyak notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya. Flower segera membuka beberapa pesan masuk ke dalam ponselnya lalu membuka pesan dari nomer yang tidak ia kenal.


Saya sudah mulai bekerja hari ini. Sebuah pesan singkat, padat dan jelas Flower baca.


"Apa ini pesan dari Malik?" Gumam Flower lalu membuka profil Malik. Dan benar saja, orang yang mengirimkan pesan padanya adalah suaminya.


Flower pun memilih mengabaikan pesan dari Malik dan membuka pesan yang dikirimkan Mom Rania kepadanya.


"Apa? Sebentar lagi Mom akan datang ke sini?" Tanya Flower saat menyadari jika dalam waktu setengah jam lagi Mom Rania akan datang ke rumahnya.


Flower pun turut mengabaikan pesan yang Mom Rania kirimkan dan lebih memilih segera membersihkan tubuhnya karena ia tidak ingin mendapatkan ceramah dari Mom Rania karena melihatnya masih menggunakan baju tidur.


*


Setengah jam berlalu, Mom Rania nampak sudah berdiri di depan rumah Flower sambil mengetuk pintu. Flower yang baru saja keluar dari dalam kamarnya pun segera membukakan pintu untuk Mommynya.


"Mommy..." ucap Flower lalu menghambur memeluk tubuh Mommynya. "Flow pikir Mommy sudah tidak perduli dengan Flow." Ucap Flower setelah melepas dekapannya.


"Kau ini bicara apa?" Mom Rania menggeleng mendengar perkataan putrinya.


"Ayo duduk dulu, Mommy." Ajak Flower dan diangguki Rania sebagai jawaban.


Setelah duduk di atas sofa, Flower pun memasang wajah memelas pada Mommynya. "Mommy lihatlah. Malik mengajak Flower tinggal di rumah ini. Rumah ini jauh berbeda dengan rumah kita." Ucap Flower dengan sedikit menggerutu pada Mommynya.


"Flower, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kau harus ingat dari mana Mom berasal. Kau jangan seperti kacang lupa kulit seperti ini!" Ucap Mom Rania tegas merasa tak suka dengan ucapan putrinya yang selalu merendahkan suaminya.


***