
Perkataan Mom Rania pun berhasil membuat Flower terdiam tanpa berani membantah. Flower memang ingat dengan jelas dari mana Mommynya berasal, namun karena pria yang menikah dengannya adalah pria yang sudah ia anggap sebagai rivalnya membuat Flower sering lupa diri seperti saat ini.
"Kau harusnya bersyukur memiliki suami seperti Malik. Dia adalah pria yang bertanggung jawab dan mau menerimamu apa adanya. Apa kau tidak pernah berpikir jika seandainya Malik tidak mau bertanggung jawab kepadamu dan anak di dalam kandunganmu? Bagaimana kehidupanmu kedepannya? Bukan hanya itu saja, bagaimana keadaan Daddy dan Mommy ke depannya karena harus menanggung malu akibat aib yang sudah kau buat." Ucap Mom Rania.
"Flo bisa mencari pria lain yang mau menikah dengan Flow, Mommy." Jawab Flower dengan enteng.
"Itu semua tidak semudah seperti yang kau pikirkan, Flower!" Mom Rania menggeleng merasa tak habis pikir dengan sikap putrinya itu. "Mungkin saja pria yang kau maksud mau menerima dirimu sebagai istrinya. Tapi apa kau bisa menjamin jika dia juga bisa menerima dengan tulus anak yang sedang kau kandung?" Tanya Mom Rania.
Flower kembali terdiam tak dapat menjawab apa yang Mommynya tanyakan.
"Jika kau tidak dapat memastikannya maka bersyukurlah atas apa yang kau punya saat ini. Sebagai seorang istri sudah selayaknya kau bersikap patuh dan taat pada suamimu. Dan sebagai seorang ibu kau harusnya memberikan contoh yang baik pada anakmu sejak ia masih berada di dalam kandungan."
"Apa kau tidak takut dengan sikap burukmu seperti saat ini akan berakibat buruk dengan tumbuh kembang anakmu di dalam sana? Ingat Flower, saat ini kau sedang hamil dan seharusnya kau bisa bersikap lebih baik bukan seperti saat ini!" Tekan Mom Rania.
"Mommy..." Flower hendak menjawab perkataan Mom Rania namun Mom Rania dengan cepat memotongnya.
"Satu hal yang harus kau ingat, Flower, apa yang terjadi padamu saat ini adalah kesalahan dirimu sendiri yang tidak bisa menjaga dirimu dengan baik."
Flower tertegun mendengarnya. Ia pun tertunduk dengan kesepuluh jemari yang saling bertaut. Mommy Rania benar jika apa yang terjadi padanya saat ini karena kesalahannya sendiri yang sudah mabuk-mabukan hingga salah masuk ke dalam kamar Malik. Bukan hanya itu saja, dirinya bahkan dengan tidak tahu malu menggoda dan memperkosa pria datar seperti Malik.
"Sudahlah, Mom rasa kau dapat mengerti maksud ucapan Mommy saat ini." Ucap Mom Rania kemudian karena Flower hanya diam saja.
Setelah cukup lama terdiam, Flower pun angkat suara saat mengingat perkataan Daddynya kemarin.
"Mommy, apa Daddy benar-benar mencabut semua fasilitas yang diberikan pada Flower, apa Daddy benar-benar sejahat itu pada Flower? Daddy bahkan tidak memperbolehkan Flower membawa mobil Flo sendiri. Bukan hanya itu saja, Daddy juga memblokir semua rekening yang ada pada Flower." Ucap Flower dengan menggebu-gebu.
"Itu semua benar. Saat ini kau harus terbiasa dengan hidup seperti ini tanpa fasilitas apapun dari Daddy dan Mommy. Dan mulai saat ini belajarlah menerima apa yang diberikan suamimu kepadamu." Jawab Mom Rania.
"Tapi, Mommy..." Flower menggelengkan kepalanya tak terima dengan apa yang Mommynya katakan.
"Sudahlah, terimalah akibat dari perbuatanmu. Mom harap setelah ini kau bisa tumbuh menjadi wanita yang lebih baik. Bukan hanya untuk dirimu tapi juga anak yang ada dalam kandunganmu." Tutur Rania.
***