One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Yang terbaik untukmu


"Wanita mana yang kau maksud?" Mom Rania mencoba berpura-pura tidak tahu agar tidak terpancing dengan pertanyaan suaminya itu.


"Jangan berpura-pura tidak tahu. Siapa lagi wanita yang ingin kau tanyakan jika bukan wanita yang sudah berbuat jahat pada anak kita." Jawab Dad William ketus.


Mom Rania tersenyum kaku. Bagaimana bisa suaminya itu bergerak seperti seorang peramal yang selalu mengetahui apa yang ingin ia tanyakan.


"Kau benar, aku memang ingin mempertanyakan tentang dia." Ucap Mom Rania.


"Untuk apa lagi kau mempertanyakannya? Bukankah kau dan putri nakalmu itu sudah mencaritahu keberadaannya saat ini?" Tanya Dad William.


Glek


Mom Rania dan Flower meneguk salivanya susah payah mendengarnya perkataan Dad William.


"Bagaimana kau bisa tahu?" Tanya Mom Rania kemudian.


"Apa yang tidak aku ketahui tentang kalian? Ke kamar mandi saja kalian aku tahu!" Ketusnya. Sesungguhnya Dad William sangat kesal mengetahui anak dan istrinya masih saja mengurusi tentang Emila. Tapi mengingat anak dan istrinya adalah wanita mulia membuat Dad William mengerti apa yang dirasakan anak dan istrinya itu saat ini.


Mom Rania menghela nafasnya sejenak. "Kalau kau sudah tahu jadi dimana keberadaannya saat ini? Kenapa dia tidak ada dimana-mana?" Tanya Mom Rania.


Dad William menatap pada Malik seolah memberi kode agar Malik saja yang menjawabnya. Mengerti arti kode yang diberikan Dad William membuat Malik berdehem hingga perhatian Mom Rania dan Flower teralihkan kepadanya.


"Dia sudah tidak berada di kota ini lagi. Keberadaannya di kota ini tidak bisa menjamin Flower dan anakku bisa hidup dengan tenang. Seorang wanita jahat yang nampak berubah tidak bisa dipastikan jika dia tidak akan mengulangi kesalahan yang sama." Ucap Malik.


"Apa? Jadi kau membuangnya kemana?" Sahut Flower:


Malik dibuat menggeleng mendengarkan pertanyaan istrinya. "Aku tidak membuangnya. Hanya memindahkannya ke tempat lain yang lebih aman." Jawab Malik.


"Dimana?" Flower masih saja nampak penasaran namun Malik diam seolah enggan untuk menjawabnya. Melihat suaminya yang hanya diam saja membuat Flower menghela nafas dan memilih bersabar karena tahu suaminya itu tidak akan mau menjawab pertanyaannya untuk kali ini.


"Baiklah." Mom Rania mengusap lengan suaminya seraya tersenyum. Ia menghargai setiap keputusan suaminya karena ia tahu suaminya hanya ingin yang terbaik untuk keluarganya.


Flower pun menganggukkan kepalanya menghargai keputusan Daddynya. Untuk seterusnya ia mencoba tak lagi mengurusi tentang mantan kekasih suaminya itu. Yang terpenting saat ini adalah kebahagiaannya dan keluarganya. Dan untuk Emila, semoga saja wanita itu ikut bahagia karena sudah kembali bersama dengan ibu kandungnya.


Oek


Oek


Suara tangisan Baby yang terdengar cukup keras membuat Flower segera bangkit dari duduknya dan berlari ke arah kamarnya berada.


"Hei, jangan berlari seperti itu!" Mom Rania menegur putrinya yang terburu-buru hingga hampir saja tersandung kakinya sendiri.


Flower tak menghiraukannya dan terus melangkah ke arah kamarnya berada.


Malik yang melihatnya pun ikut berdiri dan berpamitan untuk mengikuti Flower.


"Malik tunggu! Ada yang ingin Daddy tanyakan kepadamu." Ucap Dad William dengan wajah serius hingga membuat Malik terpaksa mengurungkan niatnya yang ingin menyus Flower.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗