
Flower menganggukkan kepalanya tanpa bersuara. Melihat respon istrinya membuat Malik segera meminta Flower mendekat kepadanya lalu dengan ragu-ragu memeluk tubuh Flower. Entah bagaimana caranya Malik menahan rasa panas di dalam tubuhnya saat ini karena merasakan kulit tangannya bersentuhan dengan kulit tubuh Flower. Yang jelas saat ini Malik hanya bisa memejamkan kedua kelopak matanya agar Flower tidak melihat dan merasakan apa yang tengah ia rasakan saat ini.
Melihat Malik yang hanya bersikap biasa saja tanpa memperlihatkan reaksi apa-apa setelah memeluknya membuat Flower kembali berpikir jika Malik bukanlah pria normal pada umumnya.
Bagaimana bisa dia bersikap biasa saja seperti itu sedangkan aku tengah berdebar-debar saat ini. Ucap Flower dalam hati.
*
Keesokan paginya, Bu Venna yang berniat mengajak Flower untuk ikut memasak sarapan bersamanya di dapur nampak telah berdiri di depan kamar Malik untuk memanggil Flower keluar.
Tok
Tok
Tok
Bu Venna mengetuk pintu secara berulang karena panggilan darinya tidak kunjung disahut oleh Flower. Merasa tidak sabar karena anak dan menantunya tidak kunjung menyahut panggilannya, Bu Venna pun berinisiatif membuka pintu kamar Malik.
"Tidak dikunci?" Gumamnya merasa sedikit terkejut. Pandangan Bu Venna pun seketika tertuju pada ranjang dimana kini Malik dan Flower terlihat masih tertidur di atas ranjang sambil berpelukan.
Bu Venna sontak menutup mulutnya karena merasa terkejut melihat penampakan di depannya. Bagaimana tidak terkeju, saat ini Bu Venna tengah melihat Malik tertidur sambil memeluk Flower yang hanya menggunakan gaun tidur bewarna terang dan transparan. Bukan hanya itu saja, gaun yang Flower kenakan pun turut tersingkap ke atas hingga Bu Venna dapat melihat dengan jelas paha Flower yang putih dan mulus.
"Apa yang mereka lakukan." Ucap Bu Venna lalu buru-buru menutup pintu kamar. Jantung Bu Venna berdebar-debar membayangkan apa yang dilakukan anak dan menantunya itu tadi malam. "Tidak mungkin Malik melakukan itu kepadanya. Malik tidak mencintainya dan pasti Malik tidak berniat menyentuhnya." Ucap Bu Venna sedikit terbata.
Tak berselang lama setelah kepergian Bu Venna, Flower dan Malik nampak telah terjaga dari tidurnya. Flower yang sudah bangkit dari pembaringannya lebih dulu pun tiba-tiba saja menatap pada boxer yang dikenakan Malik dan dibuat terkejut saat melihat sesuatu yang terlihat menonjol di sana.
"Emh, Malik, kenapa itumu berdiri?" Tanya Flower sambil bergedik ngeri.
Malik pun sontak menatap pada bagian intinya. Dan benar saja saat ini bagian intinya tengah berdiri tanpa ia sadari.
"Tidak apa-apa. Ini adalah reaksi biasa di setiap pagi." Jawab Malik berusaha memasang wajah tetap tenang.
"Benarkah begitu? Sepertinya baru kali ini saja. Biasanya aku melihatnya masih tidur di saat kau sudah bangun." Ucap Flower keceplosan.
"Apa maksudmu?" Tanya Malik merasa ambigu dengan perkataan Flower.
"Tidak ada. Lebih baik kau segera masuk ke dalam kamar mandi dan menidurkan. Aku sungguh takut melihatnya." Ucap Flower lalu memalingkan wajahnya.
Malik yang merasa malu mendengarkan perkataan Flower pun segera turun dari ranjang dan melangkah lebar menuju kamar mandi. Sungguh tidak ia sadari miliknya berdiri sendiri seperti itu di saat ia sedang tidur.
"Sepertinya dugaanku salah. Malik adalah pria normal." Gumam Flower.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗