
Walau sudah berusaha melupakan pembicaraannya bersama Nia dan Suci tentang keluarga Malik, namun tetap saja Flower terus terngiang dengan perkataan Suci dan Nia tentang dua sosok wanita yang pernah dibawa Malik ke kediaman mereka saat ini.
"Sebenarnya siapa dua wanita itu? Apa benar mereka adalah keluarga Malik?" Gumam Flower.
Telah berbagai cara Flower lalukan untuk mencari informasi tentang keluarga Malik termasuk mencari media sosial milik Malik. Namun tidak ada satu informasi pun yang ia dapat karena Malik memang tidak memiliki media sosial sama sekali.
"Apa aku harus bersabar sampai Malik kembali dua hari lagi? Walau pernikahan kami terjadi karena keterpaksaan tapi aku juga tidak ingin ada dusta di dalam pernikahan ini." Ucap Flower sambil mengusap perutnya yang sedikit membuncit.
Flower pun teringat dengan perkataan dokter kandungannya jika saat ini ia tidak diperbolehkan terlalu banyak pikiran karena akan berakibat buruk pada janin di dalam kandungannya.
"Sudahlah, lebih baik aku menemani Mommy memasak di dapur dari pada terus memikirkan hal ini." Ucap Flower kemudian.
*
Hari yang dinantikan Flower pun akhirnya tiba. Hari dimana Malik kembali ke ibu kota setelah satu minggu menghabiskan waktu di desa A. Sore itu, Flower menantikan kedatangan suaminya itu dengan rasa tak sabar di depan gedung perusahaan Bagaskara. Sudah begitu banyak pertanyaan yang bersarang di benaknya saat ini dan sudah tidak sabar ingin ia tanyakan langsung pada suaminya itu.
"Flower, kenapa kau terlihat gelisah sekali?" Tanya Mom Rania yang sejak tadi memperhatikan gerak-gerik putrinya.
"Tidak ada, Mommy." Jawab Flower berbohong.
Mom Rania menggelengkan kepalanya mendengarkan jawaban Flower.
Beberapa saat berlalu, akhirnya mobil milik Rey nampak melaju memasuki kawasan gedung perusahaan Bagaskara.
"Dia sudah sampai." Ucap Flower dengan mata berbinar.
Setelah mobil terparkir tepat di depan gedung perusahaan, Malik terlihat keluar dari dalam mobil dan diikuti Liza dan seorang pengawal yang Flower ketahui bernama Harry.
"Apa kau dan Mommy sudah lama menunggu?" Tanya Malik.
Malik pun sontak menatap pada perut Flower dan langsung mengulurkan tangan untuk mengusap perut Flower.
"Tunggu sebentar. Aku ingin berbicara dengan Harry." Ucap Malik dan diangguki Flower sebagai jawaban.
Lima belas menit berlalu, kini Malik, Flower dan Mom Rania sudah berada di dalam mobil menuju kediaman Daddy William dan Mom Rania karena Malik dan Flower ingin mengantarkan Mom Rania kembali ke kediamannya.
"Flower, apa kau tidak ingin bertemu dengan Daddy dulu?" Tanya Mom Rania saat mobil Malik sudah terparkir tepat di depan rumah.
Flower menggeleng. "Lain kali saja, Mom. Lagi pula Dad pasti belum pulang kan?" Tanya Flower.
Mom Rania mengangguk membenarkannya. Mau tidak mau Mom Rania pun melepaskan kepergian Flower dan Malik dari rumahnya.
"Kenapa tidak singgah saja. Kau pasti sudah rindu dengan Daddymu." Ucap Malik saat mobil miliknya sudah melaju di jalan raya.
"Tidak perlu membahasnya." Jawab Flower.
Malik memilih diam saja tak menanggapi perkataan istrinya.
"Malik, ada banyak pertanyaan yang ingin aku tanyakan kepadamu." Ucap Flower dengan tatapan serius.
Malik menoleh dan menatap datar pada Flower.
"Apa?" Tanyanya.
"Kenapa sampai saat ini kau tidak pernah memperkenalkan aku pada keluargamu dan kenapa saat lamaran dan hari pernikahan kita aku tidak melihat keberadaan keluargamu di sekitar kita?" Tanya Flower dengan wajah serius.
***