
"Bryan Malik." Lirih Flower dengan perasaan terkejut.
"Nona?" Frans menegur Flower yang nampak terkejut setelah mendengarkan apa yang ia katakan.
"Agh, ya." Flower mencoba menormalkan ekspresinya kembali. "Jadi pemilik restoran ini ada Tuan Malik yang saat ini bekerja menjadi asisten Tuan Rey di perusahaan Bagaskara?" Tanya Flower ingin lebih meyakinkan dirinya.
Frans pun mengangguk membenarkannya. "Apa anda mengenal Tuan Malik, Nona?" Tanyanya.
"Cukup mengenalnya. Dulu saya pernah bekerja di perusahaan Bagaskara sebagai sekretaris." Jawab Flower.
Frans mengangguk saja walau merasa bingung kenapa Flower harus bekerja di perusahaan Bagaskara sedangkan dirinya memiliki perusahaan sendiri.
Setelah cukup berbincang dengan Frans dan yang paling utama sudah mendapatkan apa yang ia inginkan, Flower pun berpamitan keluar dari dalam ruangan kerja Frans. Tak lupa sebelum keluar dari dalam ruangan Flower meminta nomer ponsel Frans dan berjanji akan segera menghubunginya kembali untuk membahas rencana kerja sama merekas.
"Flower, kau dari mana saja?" Mom Rania menatap Flower yang baru saja datang ke meja mereka dengan tatapan cemas.
"Flower dari kamar mandi, Mommy." Jawab Flower sedikit terbata karena takut berbohong pada Mommynya.
"Kau jangan berbohong. Mom baru saja dari kamar mandi dan tidak melihat keberadaanmu di sana." Jawab Mom Rania cepat. Masih memasang wajah cemasnya menandakan ia benar-benar mengkhawatirkan Flower.
"Maaf, Flower baru saja dari ruangan maneger restoran ini." Jawab Flower jujur.
"Untuk apa kau ke sana?" Tanya Mom Rania bingung.
"Flower?" Mom Rania menatap Flower dengan tatapan menuntut.
"Mommy, bagaimana kalau kita makan dulu saja baru Flower akan menjawab pertanyaan Mommy." Pinta Flower. Rasanya jika ia menjelaskan maksud dan tujuannya mendatangi ruangan maneger akan memakan waktu cukup lama sedangkan dirinya sudah tidak sabar menyantap makanan yang sudah terhidang di meja saat ini.
Mom Rania menghela nafas dan akhirnya mengangguk mengiyakan permintaan Flower. Lagi pula ia tidak akan tega membuat putrinya harus menahan rasa laparnya hanya karena menjawab pertanyaannya.
Satu jam lebih menghabiskan waktu di restoran, akhirnya Mom Rania dan Flower pun pergi meninggalkan restoran menuju sebuah taman yang berada tidak terlalu jauh dari restoran milik Malik berada. Dan setelah sampai di taman, barulah Flower menjelaskan maksud dan tujuannya mendatangi maneger restoran tadi.
Tentu saja mendengar penjelasan dari putrinya membuta Mom Rania sedikit terkejut karena ternyata restoran mewah yang baru saja mereka kunjungi adalah miliki menantunya.
"Flower, apa kau tidak percaya jika suamimu itu kaya?" Tanya Mom Rania melihat Flower yang masih terlihat tak percaya dengan informasi yang didapatkannya.
Flower menganggukkan kepalanya. "Flow tidak menyangka jika Malik sekaya itu, Mom. Jika dia benar-benar kaya kenapa setelah menikah dia hanya membawa Flower tinggal di rumah sederhana. Flower rasa dia bisa membeli rumah yang jauh lebih mewah dari pada rumah kami saat ini, Mom." Ucap Flower bingung.
Mom Rania menghela nafas panjang. Entah mengapa ia merasa gemas dengan putrinya yang tidak mengerti maksud dan tujuan Malik saat ini.
"Flower, Malik melakukan itu semua karena dia ingin mengajarkan arti bersyukur dengan kesederhanaan yang dia berikan. Jika dia sama seperti Daddy yang selalu memberikan kemewahan kepadamu mungkin sampai saat ini kau akan tetap tumbuh menjadi wanita yang sombong dan arogan." Tutur Mom Rania lembut.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗