
Malik mengangguk mengiyakannya dan membiarkan Flower keluar dari dalam kamarnya. Malik pun segera masuk ke dalam kamar setelah kepergian Flower.
"Selamat pagi, Mommy." Ucap Flower setelah berada di ambang pintu dapur sambil menatap Mommynya yang sedang mengaduk masakan ditemani oleh Suroh.
Mendengar suara putrinya membuat Mommy Rania menoleh ke sumber suara. "Flower, kau sudah bangun?" Tanya Mom Rania.
Flower menganggukkan kepalanya lalu melangkah masuk ke dalam dapur.
"Jangan mendekat. Duduk di kursi saja!" Titah Mom Rania cepat.
Flower seketika menghentikan langkahnya lalu menuruti perkataan Mommynya dengan duduk di atas kursi.
"Kenapa Mommy meminta Flower duduk? Flow kan ingin membantu Mommy." Keluh Flower.
"Tidak perlu membantu. Kau cukup duduk memperhatikan Mommy saja. Mom tidak ingin membuatmu merasa kecapean nantinya." Jawab Mom Rania.
Flower mengangguk saja mengiyakan perkataan Mom Rania. Flower pun memperhatikan Mom Rania yang sedang memasak dan sesekali menawarkan bantuan yang bisa dikerjakan olehnya.
"Flower, sebaiknya kau kembali ke kamar saja. Biar Mom dan Suroh saja yang berada di sini." Ucap Mom Rania setelah mematika api kompornya.
"Mom mengusir Flow?" Tanya Flower dengan wajah masam.
"Bukan begitu. Lebih baik saat ini kau membantu suamimu yang sedang bersiap-siap. sebentar lagi Mom juga ingin kembali ke kamar membantu Daddy bersiap-siap jawab Mom Rania.
"Baiklah." Flower akhirnya menurut. Ia pun melangkah meninggalkan dapur setelah menyempatkan mengecup sebelah pipi Mommynya.
"Nona Flower sangat lucu ya, Nyonya." Ucap Suroh membayangkan wajah masam Flower tadi.
Mom Rania tersenyum mendengarnya. "Ya. Semenjak menikah dengan Malik dia menjadi wanita yang lucu dan juga ah sudahlah." Mom Rania memilih tak menceritakan kemesuman putrinya pada Suroh.
"Dan apa Nyonya?" Tanya Suroh.
"Dan begitulah." Jawab Mom Rania ambigu.
*
Satu setengah jam berlalu, Dad William dan Malik nampak sudah pergi meninggalkan rumah menuju perusahaan tempat bekerja mereka masing-masing. Malik pergi menggunakan mobilnya begitu pula dengan Dad William.
Setelah kepergian mobil suami dan daddynya, Flower pun masuk ke dalam rumah.
"Mommy, Flow ingin mencuci piring, ya. Rasanya Flow sungguh bosan jika tidak melakukan apa-apa." Pinta Flower.
"Baiklah. Pergilah ke dapur dan bantu Suroh membersihkan piring di sana." Jawab Mom Rania.
Flower mengangguk mengiyakannya lalu melangkah ke arah dapur. Mom Rania tersenyum melihat kepergian putrinya. Kini putrinya yang dulunya sangat manja sudah berubah menjadi istri yang baik dan bertanggung jawab dengan tugasnya sebagai seorang istri.
"Malik, kau benar-benar sudah berhasil merubah putri Mommy yang manja menjadi wanita mandiri dan lebih baik." Ucap Mom Rania.
Dua puluh menit berlalu, Flower nampak sudah kembali ke ruang tamu dan bergabung duduk dengan Mom Rania.
"Apa Mommy nyaman tinggal di sini bersama Flow?" Tanya Flower.
"Tentu saja. Selain nyaman Mom juga merasa lebih tenang jika tinggal bersamamu karena Mom bisa menjagamu dari jarak dekat." Jawab Mom Rania lembut.
Flower tersenyum mendengarnya. Ia pun memeluk tubuh Mom Rania dan berterima kasih karena Mom Rania sudah begitu baik dan sayang kepadanya.
Di saat Mom Rania dan Flower masih asik berpelukan, seseorang yang sudah berada di depan rumah Flower nampak memberanikan diri mengetuk pintu rumah Flower hingga membuat pelukan Mom Rania dan Flower terlepas.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗