
Beberapa jam berada di rumah sakit, akhirnya Flower pun sudah diperbolehkan untuk pulang. Di saat Malik hendak membawa Flower pulang bersamanya, Malik dikejutkan dengan perkataan Dad William yang mengatakan dengan tegas jika untuk saat ini sampai Flower melahirkan nanti Flower harus tinggal di rumahnya.
Tentu saja perkataan Dad William ditolak oleh Flower karena ia ingin tinggal bersama dengan suaminya di rumah mereka.
"Tidak ada bantahan. Ini adalah resiko yang harus ditanggung Malik karena tidak bisa menjagamu dengan baik. Selama tinggal di rumah Daddy, Malik tidak boleh tinggal bersamamu. Jika dia ingin bertemu denganmu, dia bisa datang dengan sekedar berkunjung saja." Ucap Dad William tegas.
Flower hendak membantah kembali perkataan Mommynya namun elusan tangan Malik di tangannya membuat Flower mengurungkan niatnya. Flower dapat melihat jika suaminya itu menerima konsekuensi yang harus ia terima saat ini.
Lagi pula bukan tanpa alasan Malik menerimanya. Selain karena menerima konsekuensi kelalaiannya dan menghargai keputusan mertuanya Malik juga ingin memberikan pelajaran pada mantan kekasihnya lebih dulu. Jika bersama dengan Flower, Malik pasti tidak bisa cepat menjalankan misinya.
Akhirnya Flower pun menyetujui permintaan orang tuanya asal Malik yang mengantarkannya ke rumah kedua orang tuanya. Dengan terpaksa Dad William menyetujuinya karena tidak ingin membuat putrinya banyak pikiran dan berujung stress pada akhirnya.
"Hiks, Malik..." setibanya di rumah keduanya Flower memeluk erat tubuh Malik seakan enggan untuk melepaskannya.
"Tidak masalah. Kita harus menghargai keputusan Daddy. Lagi pula ini adalah kesalahanku karena lalai menjagamu." Ucap Malik lembut sambil mengusap punggung Flower.
"Tapi aku tidak mau jauh darimu." Ucap Flower sambil terisak.
"Aku berjanji akan sering berkunjung." Ucap Malik.
Flower melepaskan pelukannya saat mendengar pintu kaca mobil diketuk dari luar. Dad William pelakunya. Flower menghela nafasnya yang terasa memberat lalu kembali memeluk tubuh Malik seolah tidak perduli jika Daddynya tengah menunggunya.
"Sekarang kita keluar, ya." Ucap Malik setelah pelukan mereka terlepas.
Flower mengangguk dan membiarkan Malik turun lebih dulu. Setelahnya ia ikut turun dari mobil dengan dibantu oleh Malik.
"Ini adalah hukuman untukmu." Ucap Dad William tegas saat sudah berada di depan rumah bersama Malik.
Malik menganggukkan kepalanya. "Saya memang pantas mendapatkannya." Jawab Malik menerima kesalahannya.
"Bagus. Sekarang pergilah!" Usir Dad William.
Malik mengangguk mengiyakannya lalu berpamitan untuk pergi. Langkah kakinya terasa sangat berat meninggalkan kediaman Dad William dan Mom Rania karena ada istrinya di dalam sana.
"Percayalah jika aku akan membawamu kembali ke rumah kita." Ucap Malik setelah berada di dalam mobilnya. Malik menatap nanar rumah megah mertuanya lalu melajukan mobilnya menuju mall untuk mengambil barang belanjaannya yang tertinggal lebih dulu.
Saat berada di dalam perjalanan, Malik pun membuka ponselnya yang sudah beberapa jam berlalu tidak ia buka. Sebuah pesan dari orang kepercayaannya membuat Malik langsung tertarik untuk membukanya.
Sebuah rekaman CCTV dikirimkan oleh orang kepercayaannya. Malik segera membukanya dan melihatnya dengan intens.
"Biadab!" Umpat Malik menggeram saat melihat dengan jelas bagaimana Emila mendorong istrinya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗