One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Alasan tidak mau pulang


"Kenapa kau tidak mau?" Malik dibuat bingung mendengar jawaban istrinya.


"Karena aku tidak menginginkannya." Jawab Flower sedikit ketus lalu menatap ke arah lain.


"Aku akan tetap mengantarkanmu ke rumah Mommy dan Daddy." Ucap Malik dengan tegas. Lagi pula mana mungkin Malik membiarkan istrinya yang tengah mengandung itu berada sendiri di dalam rumahnya. Ia sangat khawatir untuk itu.


"Jangan memaksaku! Aku tidak mau dan aku mau tetap tinggal di sini saja." Ucap Flower bersikeras.


Malik memilih diam tak ingin membuat emosi istrinya yang tengah hamil itu menjadi naik.


"Kau jangan mengkhawatirkan anakmu di sini. Aku bisa menjaganya dengan baik meski kau tidak ada." Lanjut Flower kemudian tanpa menatap Malik.


"Jadila wanita penurut dan jangan keras kepala." Ucap Malik pelan.


"Jangan memaksaku menjadi apa yang kau inginkan!" Ketus Flower lalu bangkit dari duduknya. Rachel pun melangkah meninggalkan Malik masuk ke dalam kamarnya.


Malik hanya bisa menghela nafas melihat sikap istrinya itu saat ini. Entah apa yang menjadi alasan Flower sehingga tidak mau diantarkan ke rumah kedua orang tuanya sedangkan Malik tahu jika sudah beberapa bulan ini Flower sangat merindukan rumah kedua orang tuanya itu.


Sedangkan Flower yang sudah masuk ke dalam kamarnya nampak meneteskan air matanya. "Apa dia tidak mengerti alasanku tidak ingin pulang?" Ucap Flower sambil mengusap kasar air mata yang jatuh di kedua pipinya.


Ya, Flower memang memiliki alasan yang sangat kuat tidak ingin kembali ke kediaman kedua orang tuanya itu. Tentu saja alasan yang sangat mendominan adalah perubahan sikap Daddynya padanya. Daddy William masih saja bersikap dingin padanya bahkan tidak pernah sekali pun mengajaknya untung menginap di rumah mereka. Bukan hanya itu saja, Daddy William pun dapat dihitung dengan jari berapa kali dalam sebulan mengunjungi Flower ke rumahnya yang baru bersama Malik.


"Untuk apa aku pulang jika kehadiranku tidak diharapkan? Aku tahu Daddy masih marah padaku dan mungkin saja membenciku. Kepulanganku ke rumah Daddy hanya akan membuat Daddy semakin membenciku dan tidak ingin berbicara denganku." Ucap Flower dengan lirih merasa sedih dengan apa yang terjadi padanya saat ini.


Flower pun memilih beranjak masuk ke dalam kamar mandi yang ada di dalam kamar untuk membersihkan wajahnya sebelum ia mengistirahatkan tubuhnya.


*


"Kau tidak bisa tidur?" Tanya Malik namun Flower masih memilih berpura-pura tidur.


Malik memilih mendekat ke arah ranjang lalu berjongkok di sebelah ranjang istrinya yang sedang berbaring. Tangannya pun terulur menyingkap selimut yang menutupi tubuh Flower hingga membuat Flower sontak membuka kedua kelopak matanya.


"Apa yang kau lakukan?" Tanya Flower dengan mata terbelalak.


"Aku hanya ingin membantumu untuk tidur." Jawab Malik seadanya.


"Membantu untuk tidur apa maksudmu?" Tany Flower namun Malik tak menjawabnya. Sedetik kemudian Flower dibuat tertegun saat merasakan usapan lembut di perutnya oleh tangan Malik.


"Jangan membuat Mommymu susah tidur." Ucap Malik lembut pada janin yang ada di dalam kandungan Flower.


Deg


Deg


Jantung Flower berdebar-debar mendengar perkataan lembut yang terdengar dari mulut Malik.


***