
Perlahan kedua mata yang tertutup itu pun terbuka hingga Flower dapat melihat ketampanan yang lebih jelas dari wajah Malik.
"Kau sudah bangun?" Tanya Flower tersenyum malu.
Malik menganggukkan kepalanya. "Usapanmu membuat tidurku terganggu." Jawab Malik jujur.
"Eh." Flower tersadar dari kesalahannya pun segera menjauhkan tangannya dari pipi Malik. "Maaf." Lirihnya kemudian.
Malik tersenyum mendengarnya. Ia pun bangkit dari pembaringannya untuk duduk. "Apa hari ini menyenangkan?" Tanya Malik setelah bersandar di kepala ranjang.
Flower menganggukkan kepalanya. "Menyenangkan sekali karena bisa bermain dengan ketiga bayi kembar Yura." Jawab Flower yang masih berbaring dengan tersenyum.
Malik pun ikut tersenyum mendengarnya walau senyumannya itu tidak dapat terlihat oleh Flower. "Syukurlah kalau begitu. Ketiga bayi kembar itu memanglah sangat lucu dan menggemaskan." Jawab Malik kemudian.
Flower menganggukkan kepalanya. "Kau benar. Rasanya aku ingin menggigit pipi bulat mereka yang menggemaskan itu." Ucap Flower sambil membayangkan pipi Baby K.
Malik hampir tertawa mendengarnya namun hal itu tidak mungkin ia lakukan. "Jangan menggigitnya. Kau bisa menggigitku saja jika gigimu sudah merasa gatal." Saran Malik.
Flower mendecakkan lidahnya. "Mana enak menggigitmu. Rasanya pasti alot." Jawab Flower.
Malik hanya diam dengan wajah menahan tawa.
Flower pun bangkit dari pembaringannya karena merasa sudah tidak nyaman. Ia pun teringat dengan apa yang dilihatnya tadi siang saat pergi bersama Mom Rania.
"Malik, ada hal yang ingin aku tanyakan kepadamu." Tanya Flower dengan wajah ragu.
Malik mengangkat sebelah alis matanya. "Tanyakan saja." Jawab Malik singkat.
"Emh..." Flower meragu untuk mengatakannya. Malik pun masih setia menunggu Flower untuk berbicara. "Apa kau mengetahui dengan siapa Rachel dekat saat ini?" Tanya Flower ragu-ragu.
Malik mengerutkan keningnya. "Kenapa kau bertanya seperti itu?" Tanyanya.
"Jangan bertanya kembali. Ayo jawab saja pertanyaanku." Ucap Flower.
"Aku tidak tahu untuk itu. Lagi pula saat ini aku hanya bertugas membantu Tuan Rey di perusahaan bukan untuk memata-matai adiknya." Jawab Malik seadanya.
Flower menghembuskan nafas kasar di udara. Sepertinya bertanya dengan Malik tidak akan mendapatkan sebuah jawaban, pikirnya.
"Katakan saja. Kau ingin mengatakan apa?" Tanya Malik.
"Eh? Kenapa kau mendengarnya?" Ketus Flower.
"Karena aku tidak tuli." Jawab Malik datar.
Flower memukul lengan suaminya. "Baiklah, aku akan mengatakannya kepadamu." Ucap Flower dengan wajah berubah serius.
Malik pun mengikuti ekspresi wajah istrinya.
"Tadi siang di saat Mommy mengajakku makan di sebuah resto yang dekat dengan butik aku tidak sengaja melihat Rachel juga ada di dalam resto yang kami kunjungi." Ucap Flower.
"Lalu?" Tanya Malik.
"Lalu..." Flower menimbang-nimbang kembali. Malik pun dengan sabar menunggu istrinya bercerita. "Lalu aku merasa terkejut karena aku melihatnya berada di sana bersama dengan seorang pria yang sangat kita kenali." Lanjut Flower kemudian.
"Siapa?" Tanya Malik bingung.
"Pria menyebalkan itu!" Jawab Flower ketus karena harus mengingat wajah Zaki.
"Tuan Zaki?" Tebak Malik karena hanya Zakilah yang membuat Flower kesal saat menyebutkan namanya.
"Ya. Bagaimana bisa mereka bersama di sana? Aku lihat mereka seperti orang yang sudah sangat dekat." Ucap Flower sambil membayangkan apa yang dilihatnya tadi.
"Apa kau tidak salah lihat?" Tanya Malik yang merasa sedikit terkejut dengan informasi yang Flower berikan.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.