One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Rasa tidak enak


Saat malam hari telah tiba, Flower, Rania dan William nampak sudah berkumpul di ruang tamu untuk makan malam bersama. Baru saja tadi duduk di kursi Flower sudah tak berselera melihat banyaknya makanan yang ada di depannya. Menurutnya makanan di depannya saat ini sangat tidak enak untuk masuk ke dalam perutnya yang terasa sering mual akhir-akhir ini.


"Flow, ayo ambil makanannya, Nak." Ucap Mom Rania lembut pada Flower.


Flower merasa sungkan untuk mengatakan makanan di depannya tidak enak pada Mommynya karena ia tahu Mom Rania-lah yang memasakkannya.


"Iya, Mom." Jawab Flower lalu menelentangkan piring di depannya lalu mengambil nasi dan sedikit lauk pauk.


"Flow, kau tidak mengambil bebek panggangnya?" Mom Rania nampak bingung karena Flower tidak mengambil bebek panggang yang menjadi makanan kesukaannya. "Sup iganya juga?" Tanya Mom Rania lagi.


"Emh, malam ini Flow ingin makan ayam saja, Mom." Jawab Flower seadanya.


Mom Rania mengangguk saja walau ia merasa aneh dengan sikap Flower akhir-akhir ini. Dad William yang tengah menatap Flower pun hanya diam sambil menunggu Rania selesai mengambilkan makanan untuknya.


Saat makan malam sudah dimulai, Flower nampak tak bersemangat menghabiskan makanan di dalam piringnya. Sesekali ia menahan rasa mual di dalam perutnya saat ayam beserta nasi di dalam piringnya sudah masuk ke dalam perutnya.


"Flow?" Dad William yang biasanya tidak bersuara saat makan pun angkat bicara melihat putrinya yang seperti menahan rasa tidak enak pada tubuhnya.


"Flow tidak apa-apa, Dad." Jawab Flower cepat karena tidak ingin menambah pertanyaan dari Daddnya.


Dad William tak lagi bersuara dan memilih menghabiskan makanannya dengan cepat. Setengah jam berlalu, keluarga kecil William sudah selesai menghabiskan makanan mereka dan kini sudah duduk di ruang tamu untuk bercerita sejenak.


"Flow, teman-temanmu tidak jadi datang ke sini, Nak?" Tanya Mom Rania.


"Tidak, Mom. Mereka menundanya sampai besok karena tadi mereka tiba-tiba mendapatkan pekerjaan tambahan dari perusahaan dan sedang lembur saat ini." Jawab Flower.


"Flower, senin depan kau sudah bisa bekerja di perusahaan Daddy. Daddy sudah mengutus salah satu orang kepercayaan Daddy untuk mengajarimu bekerja di perusahaan kita nanti." Ucap Dad William.


"Baik, Dad." Jawab Flower.


"Dad harap setelah bekerja di perusahaan kau bisa bekerja dengan tekun hingga kau bisa dengan cepat menggantikan posisi Daddy di perusahaan." Ucap William.


Flower mengangguk saja mengiyakan permintaan Daddnya. "Dad, Mom, bolehkan Flow pamit ke kamar lebih dulu?" Tanya Flower.


"Kenapa buru-buru sekali?" Tanya Mom Rania.


"Emh, Flower ingin tidur lebih cepat malam ini, Mom. Flow merasa sangat lelah hari ini." Jawab Flower.


Mom Rania dan Dad William saling pandang. "Baiklah, kalau begitu pergilah. Jika kau merasa tidak enak badan kabari Mommy agar Mommy membuatkan minuman herbal untukmu."


Ucap Mom Rania.


Flower mengangguk saja lalu bangkit dari duduknya. Ia pun segera melangkah menuju kamarnya dengan langkah cepat karena kini tengah menahan rasa mual yang teramat pada perutnya.


Hoek


Setelah sampai di dalam kamar Flower segera melangkah ke arah kamar mandi dan memuntahkan makanan yang baru saja masuk ke dalam perutnya tadi di westafel.


***