One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Istriku jauh lebih baik


"Ti-tidak senang?" Lirih Emila.


"Ya." Balas Malik singkat.


Emila tertegun mendengarnya. "Terlalu lama tidak bertemu kau jadi suka bercanda, Malik." Ucap Emila mencoba tersenyum.


"Pesanlah makanan dan minumanmu." Ucap Malik tak ingin meladeni perkataan Emila kembali.


Emila mengangguk saja dan meminta seorang pelayan untuk datang ke meja mereka. Setelah menyebutkan pesanan makanan dan minumannya Emila pun meminta pelayan itu untuk pergi.


"Jadi apa yang ingin kau bicarakan padaku saat ini, Malik?" Tanya Emila memecah ketegangan di dalam dirinya.


"Untuk apa kau datang ke rumah ibuku di saat istriku ada di sana?" Tanya Malik tanpa basa-basi.


Deg


Lagi-lagi Emila tertegun. "Jangan bilang jika kau mengajakku bertemu di sini karena kau hanya ingin membahas tentang wanita itu." Ucap Emila.


"Jawab saja pertanyaanku dan jangan banyak berkilah." Tekan Malik.


"Aku tidak ingin menjawabnya." Ucap Emila lalu mengalihkan wajah ke arah samping. Sungguh ia dibuat kesal oleh Malik saat ini karena pria itu mengajaknya bertemu untuk melepas rindu dengan dirinya justru mengintrogasi dirinya.


"Kau tahu bagaimana aku, Emila." Malik kembali menekan perkataannya. Mendengar itu tentu saja membuat Emil tidak bisa diam karena ia tahu betul bagaimana mantan kekasihnya itu.


"Aku datang atas permintaan ibumu. Lagi pula aku ingin melihat bagaimana bentuk wanita yang telah mengambilmu dariku. Dan ternyata wanita itu tidak lebih baik dariku." Jawab Emila.


"Ck. Aku tahu matamu tidak buta, Malik. Wanita itu tidak lebih baik dariku bahkan tidak ada satu pun hal yang bisa dibanggakan darinya." Ucap Emila. Ia merasa jika kelebihannya saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan Flower yang tidak memiliki kemampuan apa-apa.


"Jaga ucapanmu, Emila. Istriku jauh lebih baik darimu. Bagaimana pun kekurangannya aku tetap menganggapnya sebuah kelebihan." Jawab Malik.


Emila tersenyum miris mendengarnya. "Aku tidak menyangka kau meninggalkanku hanya untuk wanita mura-han yang sudah berhasil menggoda dirimu dan kini sedang mengandung anak darimu." Ucap Emila.


Malik mengepalkan kedua tangannya. Ingin sekali ia menggebrak meja di depannya saat ini namun niat itu Malik urungkan karena tidak ingin membuat keributan di cafe saat ini.


"Apa kau merasa lebih baik dengan sikapmu yang mencoba mendua di belakangku di saat kita masih bersama?" Malik mengeluarkan rahasi Emila yang baru-baru ini ia ketahui.


Deg


"Ma-malik..." Emila terbata.


"Jika kau sadar jika tidak lebih baik darinya dalam menjaga sebuah hubungan maka jangan terlalu banyak berbicara. Harus kau ingat jika saat ini istriku jauh dari segala-galanya untukku. Apapun kelebihan dan kekurangannya itu adalah hal yang dapat aku terima dengan lapang dada jadi kau jangan berani sekali lagi menuduhnya atau menjelekkannya di belakangku." Ucap Malik tegas.


"Malik kau harus tahu semua ini aku lakukan karena aku masih mencintaimu. Aku tidak ingin kita berpisah hanya karena wanita itu sedang mengandung anakmu. Jika kau hanya menikahinya karena dia sedang mengandung anakmu maka aku bersedia menunggunya sampai melahirkan dan saat itu kau bisa menceraikannya dan menikah denganku. Aku juga bisa menerima anak kalian dan menganggapnya sebagai anakku juga." Ucap Emila panjang lebar.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗