
"Daddy tenanglah... Flow tidak apa-apa." Flower menjawab dengan senyuman di wajah cantiknya.
"Tidak apa-apa bagaimana? Jika kau baik-baik saja kau tidak mungkin bisa ada di sini dan tanganmu tidak akan tertancap jarum infus saat ini!" Jawab Dad William keras namun tak menghilangkan rasa cemas di wajahnya.
Hana yang mendengarkan pembicaraan Dad William pun segera melangkah mendekati teman baik suaminya itu. "William, tenanglah. Flower benar saat ini dia tidak apa-apa." Ucap Hana mengambil alih jawaban Flower dan Malik.
"Maksudmu?" Dad William menuntut sebuah jawaban.
"Saat ini putrimu sedang mengandung anak kedua dan Flower berada di sini saat ini itu karena tadi ia mengalami gejala di awal kehamilan." Jelas Hana.
"A-apa?" Dad William melebarkan kedua kelopak matanya.
Hana yang melihatnya pun tersenyum seraya menganggukkan kepalanya. "Ya, saat ini Flower sedang mengandung." Ucapnya lagi.
"Putriku hamil?" Mom Rania yang sejak tadi hanya diam saja pun bersuara.
"Benar, Rania. Selamat atas kehamilan anak kalian." Ucap Hana tulus.
"Oh Flower..." Mom Rania yang merasa sangat senang segera menghampiri putrinya dan memeluknya barang sesaat.
Sedangkan Bu Venna hanya tersenyum ikut merasakan kebahagiaan semua orang sambil menggendong Baby yang nampak bingung dengan kondisi di sekitarnya.
"Baby, sebentar lagi kau akan menjadi seorang Kakak." Ucap Bu Venna pada cucunya.
"Ehe." Seolah mengerti perkataan Bu Venna, Baby pun tertawa mendengarnya.
Kebahagiaan pun akhirnya menyelimuti keluarga kecil Malik, Dad William dan Bu Venna pagi itu. Berita kehamilan kedua Flower adalah hal yang diharapkan oleh mereka. Terlebih Dad William dan Mom Rania yang memang mengharapkan cucu lagi dari anak tunggal mereka tersebut.
"Kau benar. Cukup Malik dan Flower yang menjadi anak tunggal, putri mereka jangan." Timpal Bu Venna.
Mom Rania dan Bu Venna pun tersenyum bersamaan lalu mengecup pipi Baby secara bergantian.
Flower yang sejak tadi memperhatikan wajah Malik tak sebahagia keluarga dibuat sebal melihatnya. "Apa kau tidak senang jika aku hamil lagi?" Tanya Flower pada Malik yang hanya diam saja.
"Kenapa kau berkata seperti itu? Tentu saja aku merasa senang." Jawab Malik. Mencoba tersenyum agar wajah sebal istrinya hilang.
Flower masih saja memasang wajah sebalnya. "Kau kan tidak ingin kita segera memiliki seorang anak lagi." Ucap Flower mengingat perkataan suaminya beberapa bulan lalu.
"Tidak ingin bukan berati aku tidak menerima kehadirannya. Sama seperti dirimu, aku juga bahagia dengan kehamilanmu saat ini. Aku hanya khawatir jika kau melewati masa kehamilanmu dengan sulit." Ucap Malik mengeluarkan isi pemikirannya.
Mendengarkan penjelasan suaminya membuat wajah Flower berubah tersenyum karena ia mengerti Malik tidak ingin melihatnya kesusahan kembali seperti saat mengandung Baby dulu. "Kau tenang saja. Banyak orang yang bisa membantuku jika aku merasa kesulitan. Lagi pula aku tidak merasa terbebani dengan kehamilanku saat ini. Aku justru senang karena usahaku yang kedua tidak sia-sia." Ucap Flower hingga membuat pandangan semua orang kini tertuju kepadanya.
"Usaha apa yang kau maksud, Flow? Jangan bilang jika anak kedua kalian ini hadir karena usahamu yang lebih besar dari pada Malik lagi?" Selidik Dad William.
Flower menatap pada Malik sejenak lalu kembali menatap pada Dad William. "Ya, tentu saja. Putri Daddy hebat kan?" Ucapnya berbangga diri.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗