
Apa yang diinginkan Flower pun akhirnya ia dapatkan. Sebuah ciuman lembut dari bibir tebal Malik kini terasa manis Flower rasakan. Flower tersenyum sambil menikmati sentuhan yang Malik berikan. Dan saat ini ia benar-benar merasakan yang dinamakan pasangan pengantin baru pada umumnya karena di awal mereka menikah Flower tidak mendapatkannya.
Malik melepas pangutannya. Ditatapnya wajah Flower yang nampak masih tersenyum setelah pangutan mereka berakhir. "Aku tidak ingin melanjutkannya terlalu jauh." Ucap Malik.
Flower dibuat bingung mendengarnya. "Maksudmu?" Tanyanya.
"Aku tidak ingin berbuat terlalu jauh karena aku takut tidak bisa mengontrol diriku." Jawab Malik.
"Tapi kenapa?" Flower dibuar murung mendengarnya.
"Karena aku tidak ingin menyakitimu dan Baby." Jawab Malik lalu membawa tubuh Flower ke dalam pelukannya. Melihat wajah istrinya yang masih bingung membuat Malik menjelaskan dengan detail maksud perkataannya.
"Jika aku melanjutkannya aku yakin tidak bisa mengontrol diriku. Kau sudah lelah semalaman melayaniku dan aku ingin saat ini kau mengumpulkan energimu yang sudah terkuras tadi malam."
Flower tersenyum kembali mendengarkan penjelasan Malik. Sungguh mendengar penjelasan Malik membuatnya merasa dicintai saat ini. Malik benar-benar ingin menjaga dirinya dan Baby hingga tak ingin melakukan apa yang sedang ia inginkan saat ini.
"Terima kasih." Ucap Flower mengeratkan pelukannya di tubuh Malik. Ia merasa tidak malu bersikap demikian pada suaminya itu.
"Terima kasih untuk apa?" Tanya Malik.
"Karena mau sudah menyayangi Baby kita dengan tulus." Ucap Flower.
"Itu memang sudah menjadi kewajibanku." Jawab Malik.
Dan terima kasih karena telah membuat aku jadi merasa menjadi wanita yang dicintai olehmu.
Karena waktu masih terlalu pagi untuk Malik bersiap-siap pergi bekerja, Malik pun memilih memanfaatkan waktu yang ada untuk memeluk istrinya sambil berbicara ringan dengan Flower. Flower pun merasa senang mendapatkan pelukan hangat dari suaminya itu. Tidak pernah ia bayangkan sebelumnya jika musuh bebuyutannya itu bisa bersikap hangat seperti ini kepadanya.
Akhirnya pelukan hangat yang Malik berikan pun usai karena Malik sudah ingin bersiap-siap pergi bekerja. Flower pun memilih menunggu Malik membersihkan tubuhnya sambil merapikan ranjang yang sedikit berantakan.
"Sebaiknya aku tidak ikut kembali dengan Malik ke perusahaan. Rasanya aku seperti istri yang sangat posesif jika sampai mengikutinya pergi bekerja." Ucap Flower berniat mengurungkan niatnya yang ingin ikut kembali dengan Malik pergi bekerja.
Flower pun berfikir kegiatan apa yang ingin ia lakukan hari ini sambil menunggu Malik pulang bekerja sore harinya. Satu ide pun terlintas di benaknya. Flower tersenyum menyeringai seolah ide yang baru saja ia dapatkan sangatlah cemerlang.
"Baiklah, aku akan mencaritahunya hari ini. Aku yakin ada yang tidak beres di sini." Ucap Flower.
Tak berselang lama Malik telah keluar dari dalam kamar mandi dengan hanya menggunakan handuk melilit pinggangnya. Melihat tubuh suaminya yang terlihat sangat menggoda dengan berpenampilan seperti itu membuat Flower meneguk salivanya susah payah dan pemikirannya pun langsung tertuju pada kegiatan panas mereka tadi malam.
"Dia benar-benar berkarisma. Kenapa aku baru menyadarinya saat ini." Ucap Flower pelan takut Malik mendengarnya.
Malik yang merasa diperhatikan oleh Flower pun menarik salah satu sudut bibirnya ke samping. Ia tahu jika Flower saat ini sedang terkagum-kagum melihat bentuk tubuhnya.
***
Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗