One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Dua wanita rubah


Karena tidak ingin kembali berdebat dengan mertuanya kembali akhirnya Flower memilih berdiam diri di dalam kamar sampai siang hari tiba. Flower bahkan mengabaikan perutnya yang sejak tadi sudah kosong meminta untuk diisi.


Apa kau dan Baby sudah makan? Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya menyadarkan Flower jika Baby pasti kelaparan karena menunggunya makan.


"Maafkan Mommy, Baby. Karena kekesalan Mommy membuatmu ikut menahan lapar." Sesal Flower.


Flower pun memilih mengabaikan rasa sakit hatinya pada mertuanya dan keluar dari dalam kamar. Menurutnya saat ini kebutuhan nutrisi anaknya jauh lebih penting dari pada perasaannya sendiri.


Belum sampai kaki Flower menginjak lantai bawah rumah Malik, Flower sudah dibuat bingung saat mendengar suara seorang wanita muda yang tengah berbicara dengan Bu Venna.


"Siapa itu?" Gumam Flower lalu mengarahkan pandangan ke arah suara. Dari posisinya saat ini Flower hanya bisa menatap punggung wanita yang sedang berbicara dengan Bu Venna dari arah belakang. "Kenapa aku seperti tidak asing dengan postur tubuhnya?" Gumam Flower.


Tak ingin banyak pikir dengan apa yang dilihatnya saat ini, Flower pun memilih segera menapaki kaki di lantai bawah lalu melangkah ke arah dapur. Namun belum jauh kakinya melangkah Flower sudah dibuat menghentikan langkahnya saat mendengar suara panggilan dari Bu Venna.


"Flower, kemarilah." Ucap Bu Venna lembut.


Flower dibuat bingung mendengar suara lembut dari mertuanya. Jelas saja tadi pagi mereka habis perang mulut dan saat ini mertuanya itu tiba-tiba berucap manis padanya.


Flower pun perlahan membalikkan tubuhnya dan dibuat begitu terkejut saat melihat wanita yang tengah menatapnya saat ini.


"Dia?" Wanita itu pun terlihat terkejut menatap padanya. Flower melangkah tanpa rasa ragu mendekati kedua wanita itu.


"Flower, perkenalkan ini adalah Emila." Ucap Bu Venna pada Flower.


"Flower." Ucap Flower. Wanita itu tak langsung menyambut uluran tangan Flower justru menatap Flower dengan sinis.


"Ehm, Emila." Jawabnya kemudian lembut.


Flower dapat menangkap maksud wanita di depannya saat ini yang tengah memendam kekesalan padanya di depan Bu Venna.


"Ayo duduk dulu, Flower." Ajak Bu Venna.


"Maaf, Ibu. Saya pamit ke dapur karena saya ingin makan lebih dulu. Setelah itu saya akan kembali ke sini." Ucap Flower.


"Kenapa buru-buru sekali? Lagi pula bukannya jam makan siang sudah lewat dan Bu Venna sudah makan siang sejak tadi." Ucap Emila dengan wajah polosnya.


"Emila, Flower itu sejak pagi hanya mengurung diri di dalam kamarnya sampai dia melewatkan jam makan siangnya." Ucap Bu Venna lembut namun penuh sindiran.


"Benarkah begitu, Ibu? Wah tidak sopan sekali ya lagi berada di rumah mertua tapi hanya berdiam diri di dalam kamar. Bukannya membantu mertua beres-beres rumah atau sekedar menyiapkan makan siang bersama." Emila merubah ekspresi wajah menjadi prihatin.


"Maaf sebelumnya Nona Emila. Saya rasa anda berbicara di luar batas anda yang hanya berstatus sebagai tamu di sini. Anda tidak berhak mengatai saya seperti itu. Lagi pula suami saya hanya meminta saya yang sedang mengandung ini untuk banyak istirahat dan menjaga kesehatan saya dan anak kami saja bukannya bekerja keras seperti yang anda katakan." Ucap Flower sambil mengelus perutnya yang membuncit.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗