One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tak bisa jauh


Keesokan paginya, Flower terbangun dari tidurnya dan mendapatkan panggilan telefonnya masih terhubung dengan Malik. Wajahnya seketika tersenyum menatap wajah tampan suaminya yang sedang terlelap saat ini.


"Malik, kenapa aku baru sadar jika kau sangat tampan sekali." Puji Flower sambil mengusap layar ponselnya.


Setelah cukup lama menatap wajah suaminya yang sedang terlelap, Flower pun berusaha membangunkan Malik dari tidurnya dengan memanggil lembut nama Malik.


Mendengarkan suara yang sangat dirindukannya di setiap waktunya membuat Malik perlahan membuka kedua kelopak matanya.


"Selamat pagi, suamiku." Ucap Flower seraya tersenyum malu pada Malik yang sudah terbangun.


"Pagi istriku." Jawab Malik dengan parau.


Flower semakin dibuat malu mendengarnya. "Ayo bangun. Kau sudah harus bersiap-siap untuk mandi." Titah Flower.


"Iya..." jawab Malik lalu menggeliat meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


"Apa tidurmu nyeyak malam ini?" Tanya Malik.


Flower menggeleng. "Aku merasa tidurku tidak terlalu nyenyak karena tidak dipeluk olehmu." Wajah Flower yang tadinya malu-malu berubah layu.


Malik dapat melihat perubahan ekspresi Flower. "Jangan bersedih. Aku akan mengunjungimu pulang dari bekerja nanti." Janji Malik.


Flower masih saja bersedih. Rasanya ia tidak akan sanggup jika berjauhan dari suaminya lebih lama.


"Ya?" Ucap Malik kemudian karena istrinya hanya diam saja.


"Iya... cepat datanglah ke sini karena Baby sangat merindukanmu." Ucap Flower pelan.


"Iya. Aku berjanji secepatnya akan datang." Janji Malik lagi.


Flower mencoba tersenyum karena ia tidak ingin membuat suaminya kefikiran dengan dirinya yang sedang bersedih di saat ia sedang bekerja nanti.


Akhirnya percakapan Flower dan Malik pun terhenti karena Malik sudah ingin bersiap-siap untuk mandi. Flower pun menatap layar ponselnya yang sudah tidak memperlihatkan wajah Malik dengan sendu.


"Aku sangat merindukanmu. Kenapa Daddy tega memisahkan kita." Lirihnya. Flower pun mengusap perutnya saat merasakan pergerakan dari dalam perutnya.


Flower tersenyum saat merasakan Babynya sudah tenang di dalam perutnya. "Kau terlihat sangat menyayangi Daddymu ya hingga tidak bisa jauh darinya. Sama seperti Mommy." Ucap Flower lalu tersenyum merasakan kembali pergerakan dari dalam perutnya.


*


"Malik, apa yang terjadi?" Tanya Rey saat Malik baru saja menginjakkan kakinya di lantai teratas perusahaan.


"Tuan Rey?" Malik dibuat terkejut melihat Rey yang berada di depannya.


"Katakan apa yang terjadi?" Tanya Rey tanpa menjawab keterkejutan Malik.


"Emila berusaha mencelakai Flower, Tuan." Jawab Malik yang sudah mengetahui kemana arah pembicaraan Rey.


"Apa? Ternyata apa yang aku dengar tadi malam benar jika Flower dicelakai oleh seseorang?" Tanya Rey.


Malik pun mengangguk membenarkannya.


"Astaga... bagaimana bisa wanita itu begitu nekat mencelakai Flower." Rey dibuat tak habis pikir dengan apa yang dilakukan Emila kemarin.


Malik pun hanya bisa menghela nafas kasar karena ia pun tidak menyangka jika wanita yang selama ini ia kenal baik ternyata bisa bertindak di luar batas.


"Untuk hari ini sampai beberapa hari kedepan kau dibebastugaskan dari pekerjaanmu. Uruslah permasalahan wanita itu lebih dulu dan jangan memikirkan pekerjaan." Ucap Rey.


"Tapi Tuan?" Malik merasa sungkan. Ia sangat tahu jika hari ini banyak jadwal pertemuan yang harus ia dan Rey hadiri.


"Aku bilang tidak perlu memikirkannya. Sekarang pergilah." Ucap Rey.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗