One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Mencoba mengerti


Malik menghela nafas panjang mendengar perkataan akhir dari Bu Venna. Pembicaraan mereka siang itu pun akhirnya terhenti saat mendengar suara tangisan Baby dari dalam box bayinya.


"Baby bangun." Ucap Bu Venna lalu beranjak mengambil Baby dari box bayi.


Malik membiarkan ibunya mengambil Baby dan menenangkan putrinya yang menangis karena baru bangun tidur. Ia tersenyum saat kedua tangan Baby terulur kepadanya memberi kode meminta untuk digendong.


"Biar Malik saja yang menggendongnya, Bu." Pinta Malik.


Bu Venna mengiyakannya lalu memberikan Baby ke tangan Malik. Baru saja berpindah tangan ke tangan Malik, Baby sudah terdiam dan mengusap-usap pipi Malik dengan tangan mungilnya.


"Kalau begitu Ibu keluar dulu, ya. Ingin membantu mertuamu memasak di dapur." Pamit Bu Venna.


Malik mengangguk mengiyakannya dan Bu Venna pun melangkah keluar dari dalam kamar Baby setelah sempat memberikan ciuman di pipi bulat cucunya.


Tak berselang lama setelah kepergian Bu Venna, Malik pun keluar dari dalam kamar Baby berniat membawa Baby menemui Flower yang tengah tidur di dalam kamar mereka saat ini.


Ceklek


Malik membuka pintu kamar lalu masuk ke dalam dengan langkah pelan agar tak mengganggu Flower yang sedang berbaring di atas ranjang.


"Uwa!" Baby berceloteh cukup kuat hingga membuat Malik memberikan kode agar diam karena saat ini Mommynya sedang tidur.


"Uwa... ehe!" Bukannya berhenti Baby justru berceloteh semakin keras.


Mendengar suara celotehan dan teriakan putrinya membuat Flower terjaga.


"Tuh kan Mommy jadi bangun." Ucap Malik pada putrinya. Mengusap-usap kepala Baby agar bayinya itu tenang.


"Anak Mommy..." suara Flower terdengar manja sambil mengulurkan tangan pada Baby. Tak ingin mengulur waktu lama memberikan Baby pada Flower karena bisa membuat istrinya itu menangis, Malik segera mendekati istrinya dan memberikan Baby kepadanya.


Flower tersenyum mendapatkan pukulan lembut dari putri kecilnya itu.


"Kenapa kau tidak menemaniku tidur siang di kamar?" Tanya Flower dengan memasang wajah sebal pada Malik.


"Maafkan aku, aku tadi ingin berbicara dengan Ibu karena ada yang ingin Ibu ceritakan." Malik memilih meminta maaf sebelum mendapatkan amukan dari istrinya.


"Benarkah? Apa kau tidak berbohong? Apa jangan-jangan kau memang tidak ingin menemaniku tidur siang?" Tuduh Flower.


Malik menggelengkan kepalanya menidakkan tuduhan Flower. Istrinya itu benar-benar membingungkan. Belum sampai dua jam yang lalu Malik ingat jika Flower memintanya untuk pergi meninggalkan kamar karena ia tidak suka dengan keberadaannya kini istrinya itu sudah membalikkan fakta dengan mengatakan jika dirinya tidak menginginkannya.


"Maafkan aku jika membuatmu kesal karena tidak ada di saat kau sedang tidur." Malik memilih kembali meminta maaf dan mengalah untuk berjaga-jaga terkena amukan dari istrinya.


"Baiklah. Sekarang pergilah. Aku ingin berdua dengan Baby saja di sini." Usir Flower. Bukannya ingin berdua dengan Baby, lebih tepatnya perutnya terasa bergejolak saat indera penciumannya menangkap aroma bau dari tubuh Malik.


"Baiklah. Panggil aku jika kau membutuhkanku." Jawab Malik tanpa banyak tanya. Sudah hampir satu bulan sikap istrinya selalu berubah-ubah dan kini Malik sudah terbiasa dan paham dengan sikap istrinya itu.


Flower mengangguk saja lalu mengibaskan tangannya di udara meminta Malik untuk segera keluar.


"Apa kau aman Malik?" Tanya Dad William yang sudah berada di depan Malik dengan wajah mengejek saat Malik baru saja keluar dari dalam kamarnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗