
"Kau ini bicara apa?" Malik menatap istrinya itu dengan tajam sambil menahan darah di dalam tubuhnya yang mulai berdesir.
"Aku bilang apa kau mau aku memindahkan lipstik di bibirku ini ke bibirmu." Jawab Flower.
Malik menggelengkan kepalanya. "Jangan berbicara sembarangan!" Titah Malik.
Flower manarik sebelah sudut bibirnya. Ia pun melangkah mendekati Malik hingga membuat Malik sontak memundurkan langkahnya ke belakang.
"Malik, kenapa kau terlihat gugup begitu?" Tanya Flower dengan suara menggoda.
"Kau..." Malik menahan pergerakan Flower dengan meletakkan sebelah tangannya di pundak Flower. "Jangan mendekat!" Titahnya pada Flower.
"Kalau aku tidak mau?" Tantang Flower.
"Maka aku akan—" perkataan Malik terpotong.
"Akan apa?" Pungkas Flower.
Malik menghembuskan nafas kasar di udara.
"Malik, Flower, apa yang kalian lakukan?" Ibu Venna yang baru saja kembali dari dapur dibuat bingung melihat interaksi anak dan menantunya saat ini.
Malik pun sontak melepaskan pegangan tangannya di pundak Flower lalu menatap pada Bu Venna. "Tidak apa-apa, Ibu." Jawab Malik.
"Jika tidak apa-apa kenapa kalian masih berdiri di sini bukannya duduk di atas sofa?" Tanya Bu Venna. Ia menatap Flower yang sedang memasang wajah polosnya sejenak lalu kembali menatap pada Malik.
"Emh, ya, kami akan duduk, Ibu." Jawab Malik lalu memberikan kode pada Flower agar duduk di atas sofa.
Flower pun mengiyakannya lalu melangkah ke arah sofa untuk duduk di sana. Setelah Malik dan Flower duduk di atas sofa, Bu Venna pun menghidangkan minuman yang tadi ia bawa.
"Ayo diminum dulu, Flow." Ucap Bu Venna.
"Terima kasih, Ibu." Jawab Flower tersenyum.
"Malik, kau juga cepat habiskan minumanmu karena setelah ini kita akan makan malam bersama." Ucap Bu Venna pada Malik.
"Baik, Bu." Jawab Malik patuh lalu mengambil gelas minuman untuknya.
Suasana di ruang tamu pun berubah hening karena Bu Vena hanya diam sambil menatap Flower dan Malik yang kini sedang menghabiskan minuman mereka masing-masing.
"Ibu, sebelum makan malam Malik dan Flower berpamitan ingin ke kamar lebih dulu." Ucap Malik setelah minuman di gelasnya habis tak tersisa.
"Kalau begitu pergilah sekarang juga karena waktu makan malam sudah hampir tiba." Ucap Bu Venna.
"Baiklah, Bu." Ucap Malik lalu menatap pada Flower. "Ayo ikut aku ke kamar." Ajak Malik pada Flower.
Flower mengangguk mengiyakannya lalu bangkit dari duduknya. Ia pun berpamitan pada Bu Venna untuk mengikuti Malik naik ke kamarnya.
Saat tengah melangkah di atas tangga, pemikiran Flower pun tertuju pada gaun malam yang ia bawa di dalam kopernya saat ini.
Apa aku memakainya malam ini saja? Sepertinya cukup menarik jika aku menggodanya dengan gaun malam itu. Ucap Flower dalam hati. Flower pun menoleh sejenak ke arah belakang dimana Malik kini turut berhenti melangkah karena mengikuti dirinya yang tiba-tiba berhenti melangkah.
"Ada apa?" Tanya Malik datar.
"Tidak ada." Jawab Flower lalu kembali melanjutkan langkahnya hingga sampai di depan sebuah kamar yang ia yakini adalah kamar Malik.
"Ini kamarmu?" Tanya Flower pada Malik.
"Ya. Ayo masuk." Ucap Malik lalu membuka pintu kamarnya. Saat pintu kamar sudah terbuka, Flower dibuat tertegun melihat penampakan di dalam kamar Malik.
***
Lanjut besok ya😊