One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Kemana dia pergi?


"Flower, Tante Rania?" Rachel menyapa Flower dan Mom Rania setelah berada di lantai bawah.


Flower dan Mom Rania tersenyum membalas sapaan Rachel. Rachel pun mengulurkan tangan pada Rachel dan Mom Rania untuk berjabat tangan.


"Sudah lama?" Tanya Rachel pada Flower.


"Sudah hampir satu jam." Jawab Rachel seadanya.


Rachel menganggukkan kepalanya. "Maaf karena aku tidak tahu jika kau dan Tante akan datang." Jawab Rachel sungkan.


"Tak masalah..." jawab Flower seraya tersenyum.


Pandangan Rachel pun tertuju pada perut Flower yang terlihat jauh membesar dibandingkan terakhir kali ia lihat. "Sudah berapa bulan umur keponakanku di dalam sini? Kenapa terlihat besar sekali?" Tanya Rachel sambil mengusap perut Flower.


"Sudah hampir tujuh bulan. Beberapa bulan lagi akan launching." Kelakar Flower.


Rachel tertawa kecil mendengarnya. "Agh, aku jadi merasa tertinggal jauh. Kapan aku launching juga, ya?" Tanya Rachel sambil mengusap perut datarnya.


"Setelah kau menikah nanti tentunya." Jawab Flower seraya tersenyum.


"Benar, Rachel bisa menyusul seperti Flow jika sudah menikah nanti." Timpal Mom Rania.


Rachel tersenyum kaku mendengarnya. "Bagaimana bisa Rachel menikah sedangkan calonnya saja tidak ada?" Keluhnya.


"Oh sayang..." Mom Rania meminta Rachel untuk memeluknya. Tentu saja Rachel dengan sigap masuk ke dalam pelukan wanita yang sudah ia anggap seperti ibunya sendiri. "Wanita cantik dan baik seperti dirimu pasti banyak yang menginginkannya di luar sana. Tapi Tante harap kau bisa mendapatkan sosok yang baik dan bisa menjagamu dengan baik pula. Jika sekarang belum ada berarti belum ada yang terbaik untuk dirimu." Tutur Mom Rania lembut.


Rachel menganggukkan kepalanya. Ia tidak berani menjawab perkataan Mom Rania karena saat ini ia sedang tidak jatuh hati pada pria yang baik.


"Rachel, kau ingin pergi?" Tanya Yura yang sejak tadi hanya diam sambil menggendong Baby Keyla.


"Emh, ya. Aku ada janji dengan temanku untuk bertemudi luar, Yura." Jawab Rachel.


Yura menatap Rachel dengan intens dan membuat Rachel merasa gugup dibuatnya. Yura pun memilih tidak bertanya lagi dan mengangguk saja mendengar jawaban Rachel.


"Sudah, Ma. Rachel bahkan sudah ingin pergi ke luar." Jawab Rachel.


"Pergi kemana?" Mama Kyara menatap Rachel dengan intens.


"Emh, bertemu dengan teman di luar." Jawab Rachel.


"Teman yang mana?" Mama Kyara kembali bertanya.


"Teman Rachel dari luar negeri, Mah." Jawab Rachel seadanya dan tak ingin menyebutkan nama temannya itu.


Mama Kyara menatap Rachel dengan intens sama seperti apa yang Yura lakukan tadi.


"Maaf, sepertinya Rachel sudah harus pergi karena teman Rachel sudah menunggu di tempat kami janjian." Pamit Rachel.


Mama Kyara dan yang lainnya mengangguk saja dan membiarkan Rachel pergi dari hadapan mereka.


"Yura, apa kau tahu siapa teman yang dimaksud oleh Rachel? Mama kira dia hanya berteman denganmu dan Flower saja selama ini." Ucap Mama Kyara.


Yura menggelengkan kepalanya. "Yura juga tidak tahu, Mah. Rachel belum bercerita apa-apa pada Yura." Jawab Yura seadanya karena ia tidak tahu jika Rachel akan bertemu dengan pria yang pernah Rachel ceritakan kepadanya.


"Aneh sekali. Apa dia ingin bertemu dengan seorang pria?" Tebak Mama Kyara.


"Jangan terlalu mencemaskannya. Rachel sudah besar dan sudah tahu apa yang terbaik untuknya." Ucap Mom Rania menenangkan sahabat baiknya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, rate bintang 5 dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Dio dan Hanum update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul One Night Love Tragedy, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.