One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Tidak berselera karena melihatnya


Tatapan Mom Rania, Dad William dan Tuan Candra pun teralihkan pada Flower yang terlihat sangat terkejut melihat keberadaan Zaki di sana. Sedangkan Zaki justru memasang senyuman manisnya karena merasa senang bisa bertemu kembali dengan wanita pujaan hatinya.


"Flower, ada apa denganmu?" Tanya Mom Rania pelan pada Flower.


"Mommy, kenapa Mom dan Dad tidak bilang jika kita akan bertemu dengan pria itu." Jawab Flower tanpa mengalihkan tatapannya dari Zaki.


"Ehem." Dad William berdehem dan menatap Flower dengan tatapan penuh arti.


Flower yang dapat mengerti arti tatapan Daddynya pun segera melangkah maju dan mengulurkan tangan pada Tuan Candra.


"Flower, Om." Ucap Flower.


Tuan Candra hanya tersenyum pada Flower yang tengah menyaliminya. Setelah selesai menyalami Tuan Candra, Flower pun segera mundur tanpa berniat bersalaman dengan Zaki.


"Flower..." William kembali memberikan tatapan tajam pada putrinya namun Flower tak mengindahkannya.


"Ayo duduk dulu." Ajak Tuan Candra pada William, Rania dan Flower.


William, Rania dan Flower mengiyakannya lalu duduk di kursi yang telah tersedia. Lagi-lagi Flower dibuat kesal kerena ia harus duduk di kursi yang berhadapan dengan Zaki.


"Flower, kenapa kau seperti terkejut begitu melihat wajah putra Om? Bukankah sebelumnya kau dan Zaki sudah pernah berkenalan saat berada di Surabaya?" Tanya Tuan Candra bingung.


"Emh..." Flower nampak bingung untuk menjawabnya. Ingin sekali ia mengatakan jika ia sangat membenci putra dari Tuan Candra namun Flower sadar jika tidak mungkin mengatakannya pada Tuan Candra.


"Mungkin saja Flower sangat senang bertemu kembali dengan Zaki hingga dia nampak terkejut seperti itu." Sahut Zaki mengambil alih jawaban Flower.


"Kau..." Suara Flower tertahan. Kedua tangannya yang berada di bawah meja nampak terkepal menahan kekesalannya pada Zaki saat ini. Percaya diri sekali pria itu mengatakan jika dirinya senang bertemu dengannya. Yang ada dirinya justru merasa kesal dan sial karena harus bertemu dengan pria yang menjadi penyebab kehancuran dalam hidupnya.


Flower sontak menggeleng. "Tidak, Om." Jawabnya jujur.


Tuan Candra tersenyum dengan menunjukkan deretan giginya mendengarkan jawaban Flower. Rasanya sungguh lucu melihat ekspresi kekesalan yang terpendam di wajah Flower saat ini untuk putranya.


Sedangkan William kini tengah merasa bingung melihat putrinya yang terlihat tidak suka dengan keberadaan Zaki di antara mereka. William pun mulai bertanya-tanya hal apakah yang membuat putrinya itu seperti memendam kekesalan dan rasa tidak suka pada Zaki saat ini.


"Ehem, karena makanannya sudah datang bagaimana kalau kita menikmati makanannya dan melanjutkan pembicaraan setelah selesai makan?" Tawar Tuan Candra.


"Baiklah, saya setuju untuk itu." Jawab William.


Rania pun mengangguk mengiyakannya diikuti Flower dan Zaki setelahnya.


Selama menikmati hidangan makan malam di atas meja, Flower nampak tak begitu berselera menghabiskan makanannya. Rasanya saat ini ia begitu mual melihat keberadaan Zaki bahkan berniat ingin mencekik pria itu karena kini rasa kekesalannya pada Zaki sudah bertambah berkali-kali lipat.


Sedangkan Zaki yang tidak mengetahui rasa kekesalan Flower padanya terus melanjutkan memakan makanannya sambil sesekali menatap pada wajah cantik Flower.


Sebulan tidak bertemu wajahnya semakin cantik saja. Puji Zaki dalam hati sambil menatap wajah cantik Flower. Senyuman manis pun nampak terbit di wajahnya saat matanya beradu tatap dengan mata Flower yang tengah menatapnya.


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.