One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Mencarikan sosok pria baru


Untung saja nasib baik berpihak pada Flower saat itu karena ia tidak harus menjawab pertanyaan dari rekan kerjanya karena pelayan sudah datang membawakan makanan pesanan mereka.


Huh, ternyata makan bersama dengan mereka tidak seperti apa yang aku pikirkan. Ucap Flower dalam hati merasa moodnya semakin buruk setelah mendengarkan pertanyaan sensitif untuknya.


Setelah hampir menghabiskan waktu satu jam menyantap makanan mereka masing-masing dan bercerita, akhirnya Flower dan yang lainnya pun memutuskan untuk kembali ke perusahaan.


Saat Flower dan yang lainnya tengah berjalan ke arah mobil Flower yang terngah terparkir, Flower menghentikan langkahnya saat melihat sosok yang sangat tidak asing di matanya.


"Dia..." ucap Flower pelan menatap pria yang baru saja turun dari dalam mobil bersama seorang wanita.


"Flower, ada apa?" Tanya Andini saat Flower berjalan tergesa-gesa menuju mobilnya berada.


"Tidak ada. Aku hanya ingin cepat sampai ke mobilku." Jawabnya asal sambil menutup wajahnya dengan telapak tangannya. Sial! Kenapa pengacau itu ada di sini? Tanya Flower dalam hati.


Setelah hampir satu minggu tak bertemu, kini Flower kembali melihat sosok yang menjadi penyebab utama kekacauan di dalam hidupnya. Rasanya aku ingin menghajarnya. Tapi tidak untuk saat ini. Ucap Flower lagi dalam hati. Untuk saat ini Flower memang tidak ingin bertemu dengan Zaki karena ia tidak ingin menjawab pertanyaan Zaki kemana ia pergi saat malam itu.


Akhirnya Flower pun kembali ke perusahaan dengan perasaan tidak menentu. Antara senang, sedih dan kesal bercampur jadi satu. Merasa senang karena akhirnya ia menikmati makan siang bersama rekan kerjanya, sedih karena harus mengingat awal mula niatnya bekerja di perusahaan Rey dan kesal karena harus bertemu dengan Zaki kembali.


*


Perusahaan Arnold.


William dan Gerry terlihat tengah berbincang di dalam ruangan kerja William membahas perihal Flower yang sepertinya masih begitu sulit untuk melupakan Rey sampai saat ini. Kedua pria yang sudah tak lagi muda itu nampak berpikir keras bagaimana agar Flower bisa terlepas dari bayang-bayangan Rey di hidupnya.


"Aku punya ide." Ucap Gerry setelah cukup lama mereka terdiam.


"Ide? Apa itu?" Tanya William dengan kening mengkerut.


"Maksudmu kau ingin aku menjodohkan putriku begitu?" Tanya William.


"Bukan menjodohkan. Kau hanya memperkenalkan mereka saja. Bisa saja dengan awal perkenalan itu bisa membuat hubungan mereka semakin dekat." Jawab Gerry.


"Ck. Bagaimana kalau putriku tidak tertarik? Lagi pula anak dari rekan bisnisku yang mana yang akan aku perkenalkan dengan Flower?" Tanya William.


Gerry kembali terdiam dan berpikir. Ia nampak menimbang-nimbang siapakah calon pria yang bisa diperkenallan dengan Flower dan mungkin membuat Flower akan tertarik.


"Bagaimana dengan anak dari Tuan Candra?" Usul Gerry.


"Anak dari Tuan Candra?" William mengingat-ingat siapakah anak dari Tuan Candra yang Gerry maksud.


"Jangan bilang jika kau ingin aku memperkenalkan Flower dengan anak Tuan Candra yang bernama Zaki?" Tebak William.


Gerry mengangguk dengan cepat.


William berdecak. "Apa kau lupa jika mereka tidak perlu diperkenalkan lagi karena aku yakin jika Zaki sudah berkenalan dengan Flower lewat pertemuan mereka di Surabaya satu minggu yang lalu."


***


Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, favorit dan komennya dulu, ya.


Sambil menunggu Yura dan Rey update, silahkan mampir di novel shay yang lagi on going juga berjudul Terjebak Cinta Tuan Marvel, ya🖤


Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ untuk mengetahui informasi update.