
"Lalu apa nama kepanjangan bayi kalian? Tidak mungkin kan hanya Baby saja?" Tanya Dad William. Walau masih dibuat tak habis pikir dengan nama cucunya namun Dad William tetap menghargai pemberian nama dari Flower.
"Baby Bryen Malik." Jawab Flower seraya tersenyum lebar seolah nama kepanjangan putrinya sangatlah spektakuler.
"Apa?!" Mom Rania terkejut hingga tanpa sadar mengeraskan suaranya.
"Mommy kenapa terkejut begitu?" Tanya Flower dengan wajah sebal.
"Bagaimana tidak terkejut. Kau memberikan nama putrimu di luar nalar Mommy sebagai seorang manusia." Ucap Mom Rania lalu menggelengkan kepalanya.
"Mommy..." wajah Flower bertambah sebal mendengarnya. "Jadi maksud Mommy Flow bukan manusia begitu? Apa Mommy tidak sadar jika nama putri kami itu sangat manis. Baby Bryen Malik. Bayi Bryen Malik yang berarti anak dari Malik. Dari namanya saja semua orang sudah tahu jika Baby adalah putri dari Malik." Jelas Flower.
Mom Rania yang tadinya terkejut kini memilih mengangguk-angguk saja seolah membenarkan perkataan putrinya. Di dalam hatinya Mom Rania berkata jika putrinya itu sangatlah praktis hingga memberikan nama untuk cucunya semudah itu.
"Malik, apa kau tidak setuju dengan nama pemberianku?" Tanya Flower dengan melototkan kedua matanya pada Malik.
"Emh, tentu saja aku setuju. Nama pemberian darimu sangat bagus." Ucap Malik sambil mengusap tangan Flower. Dari pada membuat istrinya yang baru melahirkan bertambah kesal lebih baik Malik menghargai nama pemberian dari istrinya itu. Lagi pula nama bayi mereka tidak buruk menurut Malik.
"Baby..." Bu Venna pun tersenyum sambil mengusap pipi Baby.
Flower pun menatap pada mertuanya yang kini sedang menggendong Baby. "Ibu, apakah Baby sangat cantik seperti Flow?" Tanya Flower penuh harap.
Bu Venna menggeleng. "Sayangnya tidak. Wajahnya sangat mewarisi wajah Daddynya. Dia adalah gambaran saat Malik masih kecil dulu." Jawab Bu Venna sambil menatap wajah putri kecil Flower dan Malik.
"Apa?" Wajah Flower berubah lesu. Flower pun meminta Baby dari Bu Venna karena ia ingin melihat wajah putrinya kembali.
Semua orang yang mendengarkan perkataan absurd Flower dibuat menganga sedangkan Malik dibuat menahan malu mendengarkan perkataan istrinya.
"Flower bilang apa tadi? Dia yang membuat Baby?" Tanga Gerry pada Kyara.
Kyara menganggukkan kepalanya. "Kalau aku tidak salah dengar Flower memang berkata seperti itu." Jawab Kyara.
Gerry menepuk jidatnya. Sungguh ia dibuat tidak habis pikir dengan jalan kehidupan keponakannya. Bagaimana bisa sebagai seorang wanita Flower yang memper-kosa seorang pria datar seperti Malik hingga menghadirkan Baby di dunia ini.
"Jadi saat itu kau yang berjuang sangat keras dibandingkan Malik?" Tanya Gerry pada Flower.
Flower mengangguk dengan bangganya. "Hebatkan, Om." Ucapnya.
Gerry seketika mengangguk. "Kau sangat hebat dan suamimu sangatlah lemah." Cibir Gerry.
Malik memilih diam saja karena ia sudah sangat malu saat ini. Sedangkan Mom Rania yang tidak ingin putrinya berbicara sembarangan lagi segera mendekat pada Flower dan memberikan minum untuk putrinya agar cepat sadar.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗