One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Senyum-senyum sendiri


Flower tertegun mendengarkan perkataan Mommynya. Tidak dapat ia pungkiri dengan kesederhanaan yang Malik berikan selama ini setelah menikah dengannya memang berhasil membuatnya menjadi wanita yang lebih bersyukur dari sebelum menikah dengan Malik.


Flower pun memeluk Mommynya untuk menyalurkan rasa haru yang ia rasakan saat ini. "Malik memang sudah banyak memberikan arti hidup untuk Flower, Mom." Ucap Flower.


Mom Rania menganggukkan kepalanya sambil mengusap kepala Flower. "Jadi saat ini kau harus bersyukur dengan apa yang kau miliki termasuk memiliki Malik sebagai suamimu." Ucap Mom Rania lembut.


"Flow sangat bersyukur untuk itu, Mom. Malik adalah pria yang baik dan Flower yakin jika dia juga akan menjadi ayah yang baik untuk anak kami nanti." Ucap Flower.


Mom Rania tersenyum mendengarnya. Ia merasa bersyukur saat ini putrinya secara tidak langsung sudah mengatakan jika sudah menerima Malik dengan tulus untuk menjadi suaminya dan tidak lagi menaruh perasaan pada pria lain yang tak lain adalah Rey.


Flower dan Mom Rania tidak berlama-lama berada di taman karena matahari yang semakin beranjak naik dan sinarnya yang mulai menyengat kulit mereka masing-masing. Mom Rania pun mengajak Flower untuk berjalan-jalan saja menikmati waktu luang mereka hari itu.


*


Di perusahaan Bagaskara, Rey nampak heran menatap Malik yang tengah tersenyum sendiri di dalam ruangan kerjanya tanpa sadar jika dirinya sedang diperhatikan oleh Rey sejak tadi.


"Ada apa dengannya? Kenapa dia seperti orang yang sedang kasmaran saja?" Tanya Rey pelan pada dirinya sendiri.


Rey pun memastikan penglihatannya tidak salah dengan beranjak mendekati Malik. "Ternyata dia memang sedang tersenyum sambil bekerja." Gumam Rey.


"Tuan Rey?" Malik merasa terkejut karena Rey tiba-tiba saja datang menghampirinya.


"Apa kau baik-baik saja?" Tanya Rey datar pada Malik.


"Maksud anda, Tuan?" Tanya Malik bingung.


"Aku melihatmu tersenyum sendiri sambil bekerja. Kau tidak seperti dirimu sendiri jika seperti tadi. Kau terlihat menyeramkan." Sindir Rey.


"Sudahlah. Saya ingin keluar dulu. Lanjutkan pekerjaanmu di sini." Ucap Rey tak ingin melanjutkan pembicaraan di antara mereka.


Malik mengangguk saja dan membiarkan Rey keluar dari ruangan kerjanya. Dalam benaknya pun bertanya apa ia benar-benar tersenyum saat membayangkan Flower tadi?


Tak ingin terlalu banyak berpikir Malik pun melanjutkan pekerjaannya agar cepat selesai dan hari ini ia bisa pulang lebih awal ke hotel tempatnya dan Flower menginap.


*


Saat sore hari telah tiba dan Malik sudah berada di lorong hotel menuju kamar penginapannya dengan Flower, di dalam kamar penginapan mereka Flower terlihat tengah bersiap menyambut kepulangan Malik dengan lingerie yang belum sempat ia kenakan tadi malam. Ya, ia berniat menggoda suaminya yang baru saja pulang bekerja itu.


Ceklek


Saat pintu baru saja terbuka dari luar Malik sudah dibuat tertegun melihat penampilan istrinya dari atas sampai bawah.


"Flower..." lirih Malik dengan nafas yang naik turun saat ini.


"Malik, kau sudah pulang?" Tanya Flower dengan lembut lalu melangkah mendekati Malik. "Bagaimana penampilanku saat ini, menggemaskan bukan?" Tanya Flower sambil memutarkan tubuhnya di depan Malik.


"Ke-kenapa kau berpenampilan seperti ini?" Tanya Malik terbata.


***


Sambil menunggu Flow dan Malik update kembali, silahkan mampir ke karya baru SHy judulnya Istri Figuran ya🤗