One Night Love Tragedy

One Night Love Tragedy
Mode diam


"Ssht..." mendengar suara ringisan Flower membuat Malik tersadar jika telah menyakiti istrinya. Malik segera melepas cekalan tangannya dan mengucapkan permintaan maaf pada Flower.


"Tidak perlu meminta maaf padaku!" Ucap Flower dengan wajah kesal lalu memilih meninggalkan Malik dengan masuk ke dalam kamarnya.


Malik menatap kepergian istrinya itu dengan perasaan bersalah. Rasa tidak sukanya melihat Zaki mengantarkan istrinya pulang membuatnya hampir gelap mata. Sebagai seorang pria dan seorang pengamat Malik dapat mengetahui jelas jika Zaky menaruh ketertarikan pada istrinya terlihat jelas saat pertemuan pertama Flower dan Zaky saat berada di Surabaya beberapa bulan yang lalu. Terlepas dari itu semua, Malik hanya tidak ingin pria cassanova seperti Zaki memanfaatkan kesempatan untuk mendapatkan istrinya atau bisa saja berbuat buruk pada istrinya itu.


Malik pun memilih menyusul Flower masuk ke dalam kamar. Saat sudah berada di dalam kamar, dilihatnya oleh Malik jika kini Flower tengah membuka pakaiannya sambil membelakangi tubuhnya.


"Hei, apa yang kau lakukan?!" Pekik Flower saat menyadari keberadaan Malik di dalam kamar mereka. Flower pun sontak menyilangkan tangannya ke dada karena kini bajunya sudah terlepas dari tubuhnya.


"Maaf." Ucap Malik lalu membalikkan tubuhnya.


"Dasar pria mesum!" Flower pun melemparkan baju yang baru saja ia buka ke arah Malik.


Untung saja Malik dengan sigap menangkapnya hingga baju itu tak mengenai tubuhnya.


"Pergilah dan jangan menggangguku!" Usir Flower tak ingin melihat Malik di sisinya saat ini.


Malik mengangguk saja lalu melangkah keluar dari dalam kamar. Menurutnya saat ini bukanlah waktu yang tepat untuk berbicara pada Flower karena emosi wanita itu sedang tidak stabil.


"Dasar menyebalkan. Seenaknya saja tadi bersikap kasar padaku dan sekarang tiba-tiba masuk ke dalam kamarku!" Gerutu Flower sambil melanjutkan aktivitasnya membuka baju.


*


Keesokan harinya, Flower masih memasang wajah kesalnya pada Malik walau Malik sudah menyempatkan waktunya untuk membuatkan sarapan dan susu hamil untuknya sebelum berangkat bekerja.


"Hari ini aku pulang sedikit terlambat karena ada hal yang ingin aku kerjakan lebih dulu sebelum pulang." Ucap Malik sebelum berangkat bekerja.


Flower masih memilih diam walau saat ini ia begitu penasaran hal apa yang ingin dilakukan suaminya itu setelah pulang bekerja. Dengan menahan perasaan kesal, Flower pun menyempatkan mengantarkan Malik ke depan rumahnya tanpa mengeluarkan suara sepatah kata pun.


"Aku pergi dulu. Kabari aku jika kau membutuhkan sesuatu." Ucap Malik pada Flower. "Dan jangan lupa untuk selalu mengabariku kemana pun kau akan pergi." Lanjut Malik kemudian.


Flower hanya diam saja dengan menatap datar Malik. Malik pun hanya bisa menghela nafas melihat istrinya yang tidak merespon perkataannya itu. Malik pun kemudian melangkah hingga akhirnya masuk ke dalam mobilnya.


Saat mobilnya sudah melaju meninggalkan kawasan perumahannya, Malik mengeluarkan ponselnya yang berada di saku kemejanya lalu melakukan panggilan dengan seseorang.


"Aku akan datang ke rumah setelah pulang bekerja nanti." Ucap Malik entah pada siapa. Setelah berbicara cukup singkat, Malik pun memutuskan sambungan telefon mereka.


"Semoga semuanya baik-baik saja." Gumam Malik lalu menambah kecepatan mobilnya.


***