
Sore itu, Flower nampak begitu tidak sabar menunggu suaminya pulang dari bekerja dengan menunggu kepulangan suaminya itu di teras rumahnya. Untung saja saat ini Baby sedang ditemani tidur oleh Mom Rania dan Dad William setelah tadi ia menyusui Baby dan menidurkannya lebih dulu.
Tak lama menunggu, akhirnya mobil milik Malik pun sampai di depan rumah mereka. Flower tersenyum lebar melihat kedatangan suaminya itu. Ia segera melangkah ke arah mobil Malik berada dengan masih memasang senyuman merekah di wajah cantiknya.
"Akhirnya kau pulang juga." Ucap Flower saat Malik baru saja keluar dari dalam mobilnya.
Malik tersenyum melihat senyuman di wajah istrinya saat ini. "Apa kau sudah lama menungguku?" Tanya Malik.
"Tidak terlalu lama. Ayo masuk." Ajak Flower menggangdeng tangan Malik.
Malik menurut saja lalu mereka pun melangkah secara bersamaan.
"Sepertinya kau sudah sangat menunggu kedatanganku." Ucap Malik saat sudah berada di teras rumahnya.
"Ya. Aku memang sudah sangat menunggumu sejak tadi karena ada yang ingin aku sampaikan kepadamu." Jawab Flower.
"Apa itu?" Tanya Malik. Mereka pun memilih untuk duduk di kursi teras untuk berbicara sejenak.
"Ada dua hal. Yang pertama aku merasa sangat senang karena Daddy sudah mau membebaskan Emila dan sebentar lagi Emila keluar dari penjara. Agh, pasti saat ini Bu Asma sangat senang karena putri ya akan kembali berkumpul bersamanya." Ucap Flower seraya tersenyum membayangkan rasa senang Bu Asma saat ini.
"Lalu yang kedua?" Tanya Malik. Malik memilih mengalihkan percakapan Flower tentang Emila karena ia merasa enggan untuk membahasnya.
"Ck. Kau ini terburu-buru sekali. Aku ingin tahu lebih dulu kapan Emila bisa keluar dari penjara?" Tanya Flower.
Malik mengangkat kedua bahunya. "Aku tidak tahu. Jika kau ingin tahu tanyakan saja langsung pada Daddy." Jawab Malik.
Flower menghela nafas panjang. "Daddy tidak akan menjawabnya." Ucap Flower.
Flower diam dan berpikir. Sejujurnya selain ingin mengetahui kapan Emil bisa bebas ia juga ingin bertemu dengan wanita itu walau sebentar saja.
"Lalu yang kedua apa?" Tanya Malik setelah melihat Flower terlalu lama terdiam.
"Oh ya. Yang kedua aku bercerita kepadamu tentang Mommy dan Daddy yang selalu berada di dekat Baby hingga aku tidak memiliki kesempatan untuk menyentuh Baby selain saat menyusuinya." Ucap Flower dengan wajah berubah masam.
"Sudahlah... itu bukanlah masalah. Biarkan saja Mom dan Daddy dekat dengan cucunya. Lagi pula selama ini mereka hanya memiliki dirimu jadi wajar saat ini mereka sangat ingin berdekatan dengan Baby yang berstatus sebagai cucu mereka." Ucap Malik memberi pengertian istrinya.
"Ya, tapi tetap saja aku merasa cemburu. Aku jadi tidak bisa sering bermain dengan anakku." Ucap Flower lagi.
"Lalu apa yang kau inginkan?" Tanya Malik yang sudah menangkap kemana arah pembicaraan istrinya. Pastilah istrinya itu akan meminta sesuatu kepadanya.
Mendengar pertanyaan yang sudah sejak tadi ditunggunya membuat Flower tersenyum lebar.
"Malik, Daddy bilang kalau aku tidak ingin cemburu dengan kedetakatan Baby dengan mereka aku bisa menambah Baby yang baru agar aku memiliki bayi baru yang bisa aku jaga dengan baik." Ucap Flower santai namun bisa membuat Malik terbelalak mendengarnya.
***
Lanjut? Jangan lupa berikan vote, like, point, dan komennya dulu, ya.
Sambil menunggu Malik dan Flower update, silahkan mampir di novel shy yang lagi on going juga berjudul Istri Figuran, ya🖤
Dan jangan lupa follow IG shy @shy1210_ 🤗